Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kelompok Cipayung Plus Jakarta: Ormas Ancam Persatuan Bangsa Harus Ditindak Tegas

MINGGU, 21 MEI 2017 | 05:33 WIB | LAPORAN:

Para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Jakarta (KCPJ) meminta pemerintah untuk menindak tegas setiap ormas yang berhaluan anti Pancasila.

"Tindak tegas ormas-ormas yang mengancam persatuan dan kesatuan. Pemerintah harus menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa memandang latar belakang primordial tertentu," tegas Ketua Koorkom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Negeri Jakarta Aan Yusufianto lewat siaran pers KCPJ.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Jakarta Pusat dan Barat (Kammi Pusbara) Izharuddin menilai, Indonesia yang rukun dan damai masih sekedar jargon yang terucap. Tanpa pernah bisa benar-benar diwujudnyatakan.


"Bangsa kita ternyata masih gemar mempersoalkan perbedaan suku dan agama. Harusnya sudah mempersiapkan diri menghadapi dunia global yang kian maju ini," imbuhnya.

Pesan lain ikut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) Jakarta Timur Abhinyano. Keadilan sosial yang berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab, menurutnya, akan terwujud jika sesama anak bangsa melihat perbedaan sebagai sebuah beban dan bukan kekayaan. Ini kelemahan sekaligus ancaman serius yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia di usianya yang tidak belia lagi ini.

"Perkelahian sesama anak bangsa jelas tidak memberikan ruang kepada akal sehat untuk melihat secara objektif kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Kita tak punya kesempatan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat karena kita sibuk mencari musuh,"  urainya.[wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya