Berita

Politik

Kelompok Cipayung Plus Jakarta Kecam Aksi Menggulingkan Jokowi

SABTU, 20 MEI 2017 | 23:43 WIB | LAPORAN:

Pemerintahan Jokowi belum hadir untuk menegakkan hukum dan menciptakan toleransi Indonesia.

Untuk itu, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Jakarta (KCPJ) mendesak pemerintahan Jokowi untuk menjamin kerukunan dan toleransi di dalam masyarakat.

"Masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta, saat ini sedang menantikan konsistensi Jokowi mewujudkan janji-janji politiknya di Pilpres lalu, yaitu Nawacita," kata Jurubicara KCPJ, Agung Tamtam Sanjaya Butar-Butar lewat siaran persnya, Sabtu (20/5).


Menurut Tamtam, benturan intoleransi dan hantaman ketidakrukunan masyarakat telah dipermainkan. Sehingga, tidak ada lagi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia serta mewujudkan cita-cita Indonesia Merdeka.

"Pemerintah harus serius mewujudkan cita-cita Indonesia Merdeka. Yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan Pancasila," papar Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta itu.

Dalam seruannya, KCJP mengakui, setelah 71 tahun Indonesia merdeka, rakyat tak kunjung sejahtera. Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur, Yohana Maris Budianti menegaskan, akan selalu memberikan kritik dan masukan bagi pemerintah. "Supaya pemerintah tetap sadar terhadap tugas dan tanggung jawabnya," tegasnya.

KCJP juga menyatakan akan melawan setiap kelompok yang merusak organisasi mahasiswa. Apalagi demi kepentingan segelintir orang, yang kerap terjadi belakangan ini.

"Kami mengutuk dengan keras kelompok-kelompok yang mencatut nama organisasi kami untuk kepentingan demo tanggal 20 Mei, yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan saat ini," timpal Ketua Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Pusat John Paul.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya