Berita

Politik

Hari Kebangkitan Nasional Momentum Konsolidasi Bangsa

JUMAT, 19 MEI 2017 | 22:17 WIB | LAPORAN:

Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei seharusnya menjadi momentum pemerintah untuk melakukan konsolidasi bangsa dari indikasi adanya disintegritas dan disnasionalisme. Presiden Joko Widodo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara kiranya segera mengambil alih komando agar bangsa ini tidak terpecah-belah.

"Kami memprediksi arah disintegritas dan disnasionalisme bangsa ini akan semakin kencang terjadi apabila pemerintah terkesan gamang dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini," ujar Andy William Sinaga selaku analisis politik dan HAM Labor Institute Indonesia kepada redaksi, Jumat (19/5).
 
Menurutnya, era globalisasi dan liberalisme yang juga ditandai semakin derasnya penggunaan media sosial digunakan untuk memprovokasi masyarakat agar terpecah. Kuat disinyalir, isu yang paling gampang digunakan adalah soal agama, suku dan ras.


"Beberapa politikus dan tokoh nasional ditengarai ikut berperan untuk melakukan manuver untuk memecah belah bangsa dikarenakan nafsu politik, korupsi, dan kekuasaan yang semakin kencang. Apalagi mendekati pemilihan presiden dan Pemilihan Umum 2019 yang akan datang," jelas Andy.

Untuk itu, Presiden Jokowi diharapkan dapat memanfaatkan momentum 20 Mei untuk melakukan konsolidasi dengan mengundang seluruh tokoh politik dan tokoh bangsa, termasuk yang dikategorikan berseberangan dan lawan politik pemerintah. Untuk dapat duduk satu meja membicarakan integritas dan nasionalisme bangsa yang mulai goyah ini dan mencari pola dan strategi untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

"Kami berpendapat hendaknya momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, presiden mendorong seluruh elemen bangsa dapat merekonstruksikan kembali karakter orisinal bangsa. Indonesia merupakan bangsa yang berkarakter santun, ramah, berbudi pekerti, dan budaya gotong royong," demikian Andy. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya