Berita

Rihanna/Net

Blitz

Rihanna, Diminta Sumbang Mantel Ke Pengungsi Suriah

JUMAT, 19 MEI 2017 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aktivis pecinta hewan yang tergabung dalam PETA (People for the Ethical Treatment of Animal) mendesak Rihanna untuk menyumbangkan mantel bulunya untuk amal. PETA sering menargetkan selebritas papan atas, seperti Kim Kar­dashian, Jennifer Lawrence, dan Beyonce.

Rihanna kedapatan memakai mantel bulu saat menghadi­ri peragaan busana koleksi Cruise 2018 Dior, di Califor­nia, akhir pekan lalu. "Kami melihat banyak komentar dari para penggemar yang kecewa melihat Anda memakai bulu saat acara Dior pekan lalu," kata Senior Communication Manager Peta Andrew Bern­stein melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Rihanna.

Menurut Bernstein, para penggemarnya berharap diva asal Barbados ini berhenti me­makai pakaian dengan material bulu dan memilih pakaian dari material lainnya, tanpa harus membunuh makhluk lain.


"Tolong terima bulu tiruan ini sebagai hadiah dari PETA. Sebagai tambahan, kami juga meminta agar Anda memper­timbangkan untuk mendonasi­kan bulu-bulu Anda kepada kami," beber Bernstein seperti dikutip dari Hello Magazine.

Ditambahkan, bahwa coat dan aksesoris yang terbuat dari produk hewani, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada rubah, mink, dan coyote, yang dibunuh untuk mendapatkan bulu-bulunya. Selain itu, indus­tri fashion yang menggunakan material bulu menyebabkan kerusakan lingkungan karena bahan kimia yang digunakan.

"Bulu yang disumbangkan akan digunakan untuk hal yang baik. Dulu, kamu mengirimkan bulu-bulu untuk pengungsi Syria dan ke tempat penam­pungan tunawisma, ini memi­liki dapat yang sangat luas un­tuk kehidupan manusia dengan cara yang positif, seperti yang Anda katakan dengan sangat fasih saat menerima penghar­gaan Humanitarian dari Har­vard," terang Bernstein.

Pada Februari lalu, Rihanna mendapatkan penghargaan ber­gengsi untuk usaha amal miliknya sendiri, termasuk Clara Lionel Foundation. Yayasan ini mem­bantu komunitas miskin seluruh dunia, dengan perawatan keseha­tan dan pendidikan. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya