Berita

Aksi Kamisan/net

Politik

Politisi Nasdem Ini Janji Akan Terus Demo Istana Jokowi

JUMAT, 19 MEI 2017 | 03:33 WIB | LAPORAN:

Aktivis mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di era reformasi, Taufik Basari mengaku akan setia mengawal rekan-rekannya yang menjadi korban pelanggaran HAM pada tragedi 1998 untuk melakukan aksi didepan istana negara.

Politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu mengkaui keadilan untuk para korban belum dipenuhi. Atas dasar itu, Tobas, begitu dia biasa disapa itu tetap menuntut pengungkapan kasus HAM yang terjadi pada tragedi yang lebih dari satu dasawarsa itu.

"Kami mahasiswa 1998 ikut bergerak. Kami tak bisa melupakan. Bulan Mei 19 tahun lalu, mahasiswa coba bergerak, dengan harapan rezim ganti, akan lebih baik. Tuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi," kata Tobas usai ditemui setelah "Aksi Kamisan" yang ke-493 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5).


Bersama dengan Kesatuan Aksi Keluarga Besar Universitas Indonesia (KBUI) 1998, Tobas menegaskan akan terus mendukung aksi "Kamisan" sampai rezim yang berkuasa mau memenuhi keadilan para korban.

"Hari kamis ini, sama seperti Kamis lalu kami berdiri di depan Istana menuntut penutasan HAM masa silam. Banyak preristiwa yang kami alami. Ini catatan kelam yang belum selesai," ujar pria yang berprofesi advokat itu.

Tobas lebih lanjut mengingatkan agar pemerintah Joko Widodo tak terus menerus terdiam, tanpa ada upaya menuntaskan. Untuk itu ia menuntut agar negara bertanggung jawab atas peristiwa pahit nan memilukan tersebut kepada para keluarga korban.

"Akan terus kita ingat, peristiwa pahit itu. Akan kita kenang dan akan kita tuntut tanggungjawab negara. Negara tak boleh berdiam diri," demikian Tobas.

Untuk diketahui, presiden Jokowi pernah menyatakan komitmennya untuk menangani kasus penculikan aktivis pada 1998. Menurut Jokowi, tragedi yang terjadi ketika itu perlu diusut agar dapat memberi rasa keadilan bagi para korban.

"Kasus itu harus diselesaikan. Itu komitmen saya," ujar Jokowi saat kampanye pilpres 4 Juli 2014 lalu.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya