Berita

Wakil Ketua MPR: SARA Jangan Dibawa Ke Dalam Politik

KAMIS, 18 MEI 2017 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Pimpinan MPR RI menangkap kegelisahan masyarakat akhir-akhir ini terkait potensi perpecahan bangsa yang makin meruncing dan kompleks pasca Pilkada DKI Jakarta.

Awalnya hanya masalah perbedaan pilihan tapi lama kelamaan aroma SARA semakin kentara dan terlihat jelas menjadi sumber pertikaian dan konflik terutama di dunia maya atau media sosial.  Media sosial adalah sarana efektif dalam menyelipkan benih-benih permusuhan.

Fenomena sekarang sangat mengerikan dan mengkhawatirkan. Rakyat dipaksa melihat tontonan yang tidak bisa menjadi tuntunan. Rakyat dipaksa untuk memilih satu sisi dengan memusuhi sisi lain yang berbeda.


Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin di depan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR RI dengan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Selatan di aula Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kamis (18/5).

Diutarakan Mahyudin, tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang memulai. Tapi pasti ada yang mengompori terutama di media sosial.  

"Kita tidak tahu siapa yang membuat dan yang memulai di media sosial apakah di dalam negeri atau asing. Yang  pasti sangat penuh dengan hasutan, provokasi, mengadu domba dan memecah belah," katanya.

Mahyudin menekankan,  fenomena tersebut tidak bisa dianggap remeh. Banyak fakta yang terjadi di berbagai negara dimana peperangan saudara terjadi di negara-negara yang berkonflik seperti Irak, Mesir dan Suriah yang menyebabkan banyak pertumpahan darah yang awalnya dari hasutan, provokasi melawan pemerintah dan ingin mengganti pemerintah.  Sampai sekarang tidak pernah selesai dan makin banyak menimbulkan korban.

"Apakah hal tersebut tidak mungkin terjadi di Indonesia, itu sangat bisa terjadi jika kita tidak antisipasi sekarang.  Kami pimpinan MPR merasakan keresahan rakyat tersebut.  Dialog tentang kebangsaan dan Pancasila makin sering diinginkan rakyat sekarang untuk melawan potensi-potensi perpecahan bangsa," imbuhnya.

Sebenarnya, rakyat Indonesia sangat mengetahui dan paham soal Pancasila tapi kadang-kadang jika tidak diingatkan akan lupa terus. Ini yang harus diingat. Indonesia adalah negara ber-Pancasila bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler. Indonesia adalah negara yang wajib beragama.

"Dengan agama, rakyat Indonesia harus saling hormat menghormati sehingga terbina kerukunan hidup.  Fenomena panas saat ini karena agama masuk ke ranah politik dan itu masalah. Padahal semestinya politik sangat dilarang membawa-bawa SARA," tandasnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya