Berita

Politik

Zainal Bintang: Tugas Besar Golkar Menyatukan Jokowi-JK

KAMIS, 18 MEI 2017 | 21:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sudah jadi rahasia umum bahwa Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla atau pasangan Jokowi-JK mengalami disharmoni. Akibatnya, tak banyak kebijakan nasional pemerintah yang dapat direalisasikan.

Hampir separuh masa jabatan dua tokoh tersebut dipenuhi kegaduhan politik yang menyiratkan mereka tidak sejalan. Yang kasat mata terlihat publik adalah perbedaan pilihan mereka menyangkut Pilkada DKI Jakarta 2017.

Meskipun Jokowi tidak menyatakan dengan gamblang bahwa dirinya mendukung Ahok-Djarot, tetapi publik hanya memahami bahwa Jokowi berdiri di belakang Ahok. Sementara rival Ahok, yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno, didukung oleh JK. Dikabarkan, operator pasangan Anies-Sandi adalah Aksa Mahmud yang merupakan saudara ipar JK.


Ketidakserasian dua pemimpin bangsa itu disesali politikus senior Partai Golkar, Zainal Bintang. Menurut dia, tidak akan ada kebijakan pemerintah yang dapat terlaksana dengan baik selama Jokowi dan JK tidak sejalan.

Menurut Bintang, bangsa Indonesia telah kehilangan waktu 2,5 tahun dengan sia-sia karena pemerintah hanya sibuk mengurus berbagai isu berisi pesan liar yang tidak jelas sumbernya. Isu-isu tersebut beraroma politik praktis.

"Isu demi isu berhasil menggali jurang yang semakin menganga antara Jokowi dan JK," kata Bintang.

Melihat perkembangan situasi yang tidak sehat ini, anggota Dewan Pakar Golkar ini menyarankan agar Golkar turun tangan. Hal ini mendesak, mengingat dua hal yang penting menjadi acuan. Pertama, bagaimanapun juga JK adalah kader Golkar dan mantan Ketua Umum. Alasan kedua, hasil Munaslub 2016 di Bali menyatakan Golkar mendukung Jokowi-JK sampai akhir periode tahun 2019.

Bahkan, di dalam Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) di Istora Senayan, Jakarta, 28 Juli 2016, Golkar sepakat mengusung Jokowi sebagai calon presiden pada 2019.

"Jika Golkar menghendaki pasangan Jokowi-JK aman sampai 2019 dan mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2019, sebaiknya Golkar segera mengambil inisiatif mendamaikan dwi tunggal itu," jelas Bintang.

Golkar juga sangat tepat jika pada saat yang sama mengambil prakarsa turun ke lapangan mengkanalisasi gejala perpecahan rakyat di akar rumput.  Bintang menyebutkan, Golkar adalah parpol tengah. Semua suku, agama dan golongan berhimpun di dalam pohon Beringin sejak awal berdirinya pada tahun 1964.

"Sangat tepat jika Golkar segera mengelola ketegangan di masyarakat yang mulai mengkhawatirkan. Mengkhawatirkan karena sudah menyerempet isu Islam dan non Islam," tutup Bintang. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya