Berita

Kombes Argo

Politik

Polri Belum Dengar Pernyataan Presiden Agar PKI Digebuk

KAMIS, 18 MEI 2017 | 18:48 WIB | LAPORAN:

Pihak kepolisian belum bersedia menanggapi pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar PKI digebuk kalau muncul.

Bahkan, Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono berkilah belum mendengar apa yang disampaikan Presiden saat melakukan pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa kemarin.

"Saya belum dapat informasi itu. Saya belum baca koran," elak Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/5).


Meski demikian, dia akan mempelajari pernyataan Jokowi yang dikhawatirkan memicu interpretasi berbeda di kalangan masyarakat. Pasalnya, jika warga salah menangkap pesan Jokowi, justru berimbas pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Sebelumnya, Jokowi mengeluarkan pernyataan keras dalam pertemuan yang dilakukannya bersama para pemimpin redaksi di Istana Merdeka, Rabu (17/5) siang.

Jokowi menyinggung beberapa hal. Termasuk, jaminan dirinya sebagai Presiden agar masyarakat berani "menggebuk" siapa pun atau organisasi apa pun yang melanggar konstitusi. Khususnya dalam menyampaikan pendapat dan berserikat.

Dia mengakui bahwa negara menjamin kebebasan rakyat untuk berserikat dan menyatakan pendapat sebagaimana diatur Pasal 28 UUD 1945. Tapi, semua harus dilakukan dalam koridor konstitusi.

"Indonesia adalah negara demokrasi, tapi sekaligus negara hukum. Jadi, kalau ada yang melanggar konstitusi, kita gebuk ," kata Jokowi saat itu.

Jokowi juga menyinggung tentang isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan rumor tentang dirinya yang keturunan kader PKI.

Dia bahkan menegaskan, PKI akan "digebuk" juga jika berani muncul di Indonesia. Acuannya Tap MPRS yang melarang PKI hidup di Indonesia. Mantan Gubernur DKI itu juga mengeluhkan ulah para pihak yang terus-terusan mengaitkan dirinya dengan PKI.

Dia menyesalkan, rumor dan fitnah seperti itu lebih banyak menghabiskan energi bangsa ketimbang urusan lain yang lebih penting, seperti kemajuan teknologi, mobil masa depan atau perpindahan manusia ke planet Mars. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya