Berita

Alfian Tanjung

Politik

Sebut PDIP Diisi Kader PKI, Pemeriksaan Ustaz Alfian Tanjung Dijadwal Ulang

KAMIS, 18 MEI 2017 | 16:14 WIB | LAPORAN:

Ustaz Alfian Tanjung batal diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ), Kamis (18/5) siang. Dia sedianya bakal dimintai keterangan terkait kasus ujaran kebencian dengan menyebut kader PDIP dan orang dekat Presiden Jokowi adalah PKI.

"Iya benar. Tadi pihak Kepolisian juga sudah telepon saya. Saya belum bisa hadir hari ini. Karena masih di luar kota. Nggak keburu sudah mau siang dan naik mobil," ungkap Alfian saat dikonfirmasi, Kamis siang.

Meski demikian, Alfian mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Khususnya terkait jadwal ulang pemeriksaan terhadap masusnya.


"Tadi sudah (koordinasi) ke polisi. Saya sih menawarkan geser (jadwal ulang) hari Kamis depan," timpalnya.

Sebelumnya, pihak PMJ telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Alfian, Kamis pukul 10.00 WIB.  

"Agendanya jam 10 ya. Terkait laporan PDIP (yang) disebut oleh beliau dalam akun Twitternya bahwa PDIP 85 persen isinya kader PKI. Tentu kami tunggu ya. Nanti setelah diperiksa sebagai saksi kemudian akan diselidiki," kata Kabid Humas PMJ Komisaris Besar Argo Yuwono.

Sejauh ini, polisi belum meningkatkan kasus ujaran kebencian Alfian ke penyidikan. Polisi masih mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara.

"Nanti kami gelar, apakah ada atau tidak unsur pidananya. Nanti kalau ada pidana ya kami (tingkatkan ke tahap) penyidikan," papar Argo.

Alfian Tanjung beberapa kali tersandung persoalan hukum karena ucapannya soal PKI. Dia pernah disomasi anggota Dewan Pers Nezar Patria lantaran menudingnya sebagai PKI. Bukan hanya Nezar, Alfian juga menuding sejumlah tokoh yang biasa rapat di Istana Negara sebagai PKI.

Alfian Tanjung juga dilaporkan seorang warga Surabaya, Jawa Timur bernama Sujatmiko lantaran memberikan ceramah dengan materi tentang PKI. Saat itu dia tengah berceramah di Masjid Mujahidin, Surabaya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya