Berita

Net

Bisnis

Bawang Di Bawah HET Diduga Stok Lama

RABU, 17 MEI 2017 | 20:59 WIB | LAPORAN:

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta mengeluhkan bawang putih yang dijual pemerintah melalui operasi pasar seharga Rp 25 ribu per kilogram karena di luar harga eceran tertinggi (HET). Pedagang maupun konsumen menduga bawang yang dijual merupakan stok lama, karena banyak ditemukan dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi.

"Bagaimana dagangan saya mau laku. Saya jual sesuai HET sementara ada yang jual cuma Rp 25 ribu," kata Jelly, seorang pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (17/5).

Dia mengakui jika harga bawang putih mengalami penurunan signifikan sejak akhir pekan kemarin. Namun, terkait harga jual yang diberikan pemerintah sebesar Rp 25 ribu per kilogram, Jelly menduga barang yang diberikan adalah stok lama.


"Sejauh ini yang saya jual ada yang bagus. Tapi pernah ada yang dapat kalau barang yang dibeli dari pemerintah dengan harga segitu ada yang busuk. Mungkin stok lama juga, makanya dijual murah," ujarnya.

Perempuan asal Sumatera Utara itu berharap agar pemerintah lebih dapat memperhatikan pedagang dan pembeli di lapangan.

"Pemerintah harus perhatikan nasib pedagang dan pembeli. Stabilkan harganya, berikan kuliatas yang bagus," pungkas Jelly.

Manager Pasar Induk Kramat Jati Nurman Hadi saat dikonfirmasi terkait kualitas bawang putih di luar standar mengaku belum mendapatkan informasi. Dia mengaku akan mengecek mutu bawang jika sudah ada pengaduan yang masuk.

"Saya belum mendapat laporan itu (bawang busuk). Kalau memang ada kualitas bawang yang tidak sesuai standar pasti pedagang melapor ke kita," jelasnya.

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menambahkan bahwa banyak daerah di Indonesia sampai saat ini belum bisa memproduksi bawang putih untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

"Iklim kita memang tropis tapi belum bisa menghasilkan bawang putih untuk kebutuhan rakyatnya. Kebanyakan bawang putih yang beredar itu hasil impor," ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf.

Dia mengaku sempat melakukan inspeksi mendadak di beberapa pasar tradisional dan pasar modern, termasuk di Makassar. Menurut Syarkawi, langkah impor bawang putih dari berbagai negara yang mampu memproduksi seperti Tiongkok dan India menjadi satu-satunya opsi untuk meningkatkan stok di dalam negeri, demi mengakomodir kebutuhan masyarakat.

"Kalau banyak bawang putih impor yang beredar ya memang harus seperti itu. Karena kita tidak menghasilkan bawang putih sendiri. Beda dengan bawang merah kita surplus, jadi tidak perlu impor," jelasnya.

Dia menambahkan, data Kementerian Pertanian, kebutuhan bawang putih nasional mencapai 500 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut tentu tidak dapat dipenuhi oleh Perum Bulog, sehingga harus mengandalkan importir umum maupun importir produsen. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya