Berita

Rizieq Shihab/Net

Politik

Kuasa Hukum: Rizieq Sasaran Politik Jokowi Dan Megawati

RABU, 17 MEI 2017 | 14:39 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dituding sebagai sosok intelektual di balik kriminalisasi dan penetapan tersangka Firza Husein dalam kasus dugaan pornografi dan turut menyeret nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Dijelaskan Kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro bahwa kliennya selalu dijadikan sasaran politik oleh kelompok tertentu pasca kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI. Kelompok itu, kata dia, dimotori oleh Jokowi dan Megawati.

"Pertama, Presiden Jokowi, PDIP, dan Megawati. Mobilisasi massa yang dilakukan Habib Rizieq terkait sumber daya umat Islam dan pemimpin yang pro Islam itu nanti akan berlanjut ke Pilpres 2019," ungkap Sugito kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/5).


Sugito melanjutkan, selama ini Rizieq sudah menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintah. Apalagi, Rizieq juga sudah membuktikan sanggup mengerahkan massa dengan jumlah yang sangat besar.

"Saya duga ini bahaya kalau 2019, Habib tidak masuk. Habib masih punya kekuasan untuk melakukan mobilisasi (massa). Sehingga akan mengancam Presiden Jokowi. Jadi ini sudah sangat politis," paparnya.

Sugito pun berani menjamin, jika Polisi sudah menjadi alat politik untuk menyerang kliennya. Apalagi, pergerakan kliennya selama ini sudah sangat kritis menyerang penguasa.

Seperti diketahui, Firza ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan percakapan berkonten porno dengan Rizieq. Polisi masih menunggu untuk memeriksa Imam Besar FPI itu yang belum kembali dari ibadah umrah sejak April lalu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya