Berita

Erdogan dan Trump/BBC

Global

Turki Tak Akan Pernah Terima Aliansi AS Dengan Kurdi Dalam Konflik Di Suriah

RABU, 17 MEI 2017 | 14:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengindikasikan bahwa Turki tidak akan menerima aliansi Amerika Serikat dengan pasukan Kurdi yang berperang di Suriah.

"Tidak ada tempat bagi organisasi teroris di masa depan wilayah kami," katanya pada sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Donald Trump awal pekan ini.

Dia merujuk pada milisi YPG Kurdi Suriah, menyusul keputusan AS awal bulan ini untuk mempersenjatai kelompok tersebut.


Meski demikian, kedua pemimpin tersebut berjanji untuk memperkuat hubungan bilateral.

"Kami memiliki hubungan yang bagus dan kami akan membuatnya lebih baik lagi," kata Presiden Trump.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengulangi komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan sekutu NATO Turki dan kebutuhan untuk bekerja sama dalam menghadapi terorisme dalam segala bentuknya.

Turki memandang YPG (Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi) sebagai teroris dan ingin menghentikan mereka mengambil alih wilayah di Suriah.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima untuk mempertimbangkan YPG-PYD sebagai mitra di kawasan ini, dan ini bertentangan dengan kesepakatan global yang kami capai," kata Erdogan.

Ankara mengatakan YPG adalah sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, sebuah kelompok yang telah berjuang selama puluhan tahun di Turki tenggara.

AS melihat YPG berbeda dari PKK dan juga sebagai mitra kunci dalam perang melawan kelompok militan ISIS. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya