Berita

Rudiantara/Net

Wawancara

WAWANCARA

Rudiantara: Tenang, Sudah Ada Hacker-hacker Putih Yang Coba Bikin Antivirusnya

SELASA, 16 MEI 2017 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Profesional yang sebelum menjadi menteri sudah malang melintang di bidang telekomu­nikasi ini meminta masyarakat tidak usah panik dalam menyikapi serangan siber ransom­ware wannacrypt. Berikut pen­jelasan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara:

Sampai saat ini instansi mana saja yang diketahui terkena virus tersebut?
Instansi yang melaporkan baru Rumah Sakit Dharmais dan Harapan Kita. Mereka memiliki masalah untuk mengakses data yang terenkripsi. Lalu ada juga beberapa kasus, tapi kecil-kecil di luar Jawa, hanya beberapa komputer yang kena.

Kalau instansi pemerintah sudah ada yang kena?

Kalau instansi pemerintah sudah ada yang kena?
Ada Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) yang kena, tapi hanya bebera­pa komputer yang terinveksi. Kementerian, intansi keuangan, dan sebagainya belum ada yang melapor terkena virus tersebut.

Apa kerugian yang diderita dari serangan virus tersebut?
Kerugiannya yang diketahui baru pengerjaan rumah sakit jadi menggunakan sistem manual. Kerugian finansial kami belum tahu ada atau tidak.

Apakah ada sektor tertentu yang menjadi sasaran virus ini?
Kami menilai ada tiga sektor kritikal pasca-serangan malware ini, yakni layanan keuangan dan perbankan, transportasi, dan energi. Saya sudah berkoordi­nasi dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan untuk melind­ungi data-data di sektor layanan keuangan dan perbankan.

Saat ini apakah pemerintah sudah mengetahui siapa pihak di balik serangan virus ini, dan apa motifnya?
Sejujurnya masih belum tahu. Saat ini seluruh dunia juga masih berusaha mencari tahu.

Apa yang pemerintah lakukan guna mengatasi masalah ini?
Pertama, kami berupaya menggunakan antivirus untuk menghadapi ransomeware itu. Ada hacker-hacker putih yang men­coba bikin antivirusnya. Kedua, unit khusus keamanan siber kami terus memantau mencermati akun bitcoin. Seperti diketahui, peretas memintas sejumlah tebu­san dalam bentuk bitcoin.

Apakah sudah ada antivu­rus yang ditemukan?
Belum. Sampai sekarang kami masih belum punya solusinya. Seluruh dunia juga masih beru­saha mencari tahu, dan mencari antivirus untuk malware ini. Ini kan global masalahnya.

Pihak yang terkena virus kan diminta untuk menebus filenya, tanggapan anda?

Saya tidak yakin penyerahan uang tebusan bisa jadi solusi. Sebab, jumlah tebusan yang dim­inta terlalu sedikit dibandingkan dengan nilai bisnis sistem yang diretas itu. Meski jika dijumlah­kan tebusan dari berbagai Negara itu bisa mencapai lebih dari 40.000 dolar AS, atau sekitar Rp 500 juta. Tapi, tidak ada jaminan setelah penyerahan uang itu se­mua data akan dibuka kembali.

Serangan virus ini di Indonesia kan berlangsung ke­marin. Apakah ada kemung­kinan serangan susulan?
Saya rasa tidak ada ya.

Kenapa?
Saat ini perkembangan virus tersebut telah dipantau pihak internasional. FBI sudah menge­luarkan semacam analisis untuk menyelesaikannya.

Ada imbauan buat masyarakat terkait masalah ini?
Masyarakat tidak usah panik. Pemerintah sejak Sabtu kemarin sudah memonitor dan berkoordi­nasi dengan tim internasional un­tuk mengantisipasi hal ini. Yang penting lakukan back up data ke komputer lain yang sistem operasinya bukan Windows. Bila sudah online, jangan klik pesan e-mail yang mencurigakan dan spam. Dengan adanya serangan siber ini kami minta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia siber. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya