Berita

Net

Politik

Fahri Hamzah Beberkan Kronologi Penolakan Warga Manado

SENIN, 15 MEI 2017 | 18:54 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, membeberkan kronologi penolakan massa saat dirinya berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, Sabtu kemarin (13/5).

Dia mengatakan maksud kedatangannya ke Manado untuk menghadiri undangan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey. Sebab selama ini dia hanya sebatas janji saja mau ke Manado.

"Sudah agak lama saya kurang bisa melayani undangan dari teman-teman dan kebetulan kalau Pak Olly agak spesial. Karena bagaimanapun sewaktu dia maju saya ikut mendorong supaya waktu itu PKS mendukung Pak Olly waktu pilkada," ujar Fahri kepada wartawan di Media Center Nusantara III Gedung DPR RI, Senin (15/5).


Apalagi, tambah politisi dari PKS ini, ketika Olly dilantik dirinya tidak sempat hadir.

"Saya janji terus. Nah, Kemarin ada sedikit waktu kebetulan satu rantai perjalanan, ke Makassar dulu baru ke Manado," ujar Fahri seraya mengungkapkan, sebelum kedatangannya di Manado telah beredar poster terkait acara yang akan dihadirinya, dan dari situ massa yang menolak mengetahui jadwal kedatangannya.

Ia mengatakan, massa saat itu mengira kalau kedatangannya ke Manado sebagai perwakilan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Padahal, maksud kedatangannya sudah jelas ingin memenuhi undangan Gubernur Sulut. Sebab, malam sebelum kedatangan dirinya, orang nomor satu di Sulut itu mengundang sejumlah perwakilan ormas kepemudaan yang akan turut serta dalam acara.

"Ini perlu saya sampaikan, kalau kedatangan saya bukan untuk melantik FPI. Saya tidak pernah menjadi pengurus FPI. Bagaimana mau melantik FPI, karena itu yang dikembang-kembangkan. Memang ini dipakai memanas-manasi seolah saya datang sebagai pengurus FPI," tuturnya.

Fahri menegaskan, penolakan terhadap kedatangannya justru bermula di media sosial, bukan dari organisasi kepemudaan yang diundang dalam acara yang akan ia hadiri. Ia membayangkan begitu sampai di Manado bisa langsung berdialog dengan organisasi kepemudaan di sana. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya