Berita

ilustrasi/net

Pertahanan

Walau Mengaku Sulit, Polisi Tetap Buru Penebar Virus Ransomware WannaCry

MINGGU, 14 MEI 2017 | 23:50 WIB | LAPORAN:

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran memastikan pelaku penyerangan virus Ransomware WannaCry yang belakangan membuat heboh Indonesia tersebut masih terus diidentifikasi. 

"Kami melakukan identifikasi pelaku melalui digital forensik," ujar Fadil saat dikonfrimasi wartawan, Minggu (14/5).

Salah satu langkah yang sudah dilakukan pihaknya, polisi kata Fadil sudah mendatangi salah satu tempat yang mendapatkan serangan virus tersebut. Dari tempat yang didatangi itulah kata Fadil, polisi akan mencari jejak pelaku penyerangan.


Namun demikian, Fadil mengaku mencari pelaku penyebar virus di dunia siber sulit karena kebanyakan dari mereka menggunakan identitas palsu.

"Transaksi bitcon sulit dilacak karena menggunakan identitas palsu," aku Fadli.

Walau begitu, polisi tetap akan mengejar pelaku penyerangan malware tersebut. Kepolisian lanjutnya telah bekerja sama dengan FBI, NCA, dan ICGI Singapura untuk mencari identitas dan keberadaan pelaku.

"Pelaku masih dalam lidik dan UU ITE kita sudah bisa digunakan untuk menjerat pelaku dengan pasal mengenai ilegal akses," demikian Fadil.[san]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya