Berita

BUMN/net

Bisnis

Parah, 10 BUMN Malas Daftar Ke BPJS Ketenagakerjaan

MINGGU, 14 MEI 2017 | 23:26 WIB | LAPORAN:

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M Krishna Syarif ‎blakan-blakan mengenai kepedulian perusahaan-perusahaan dalam mendaftarkan karyawannya menjadi perserta BPJS Ketenagakerjaan.

Rupanya, sampai sekarang, masih ada sedikitnya 10 Badan Usahan Milik Negara (BUMN) yang belum mendaftarkan karyawannya masuk BPJS Ketenagakerjaan.

"Jumlahnya masih cukup besar. Lebih dari 10 perusahaan," ungkap Krishna kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/5).


Ke-10 BUMN ini kata Khrisna adalah perusahaan besar. Sayangnya, Krishna belum mau membeberkan nama-nama BUMN tersebut.

Mendengar kondisi ini, Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago terlihat geram. Kata dia, keengganan BUMN tersebut mendaftarkan para pekerjanya ke dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan bisa dianggap tak patuh pada Undang-Undang.

"Program BPJS Ketenagakerjaan adalah program Pemerintah sebagaimana amanat Undang-Undang. Jadi, sudah kewajiban BUMN untuk mendaftarkan dan mengintegrasikan DPLK-nya (Dana Pensiuan Lembaga Keuangan) ke BPJS Ketenagakerjaan," ucap politisi Nasdem ini.

Atas kondisi ini, dia meminta Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan tindakan tegas ke BUMN tadi. BUMN itu harus dipaksa agar mau melaksanakan Undang-Undang dan program Pemerintah. Rini tidak boleh menunggu BPJS Ketenagakerjaan minta bantuan kepada untuk bertidankan.

Sebenarnya, lanjut Irma, Komisi IX telah lama meminta Menteri BUMN untuk memberikan perhatian terhadap masalah keikutsertaan BUMN di program BPJS Ketenagakerjaan. Dia pun berharap, Rini dapat merespons permintaan itu dengan baik.

"Jika sampai sekarang beliau masih belum juga memberi perhatian, Komisi IX akan mencoba meminta izin Komisi terkait untuk bisa meminta kehadiran Bu Menteri dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan BPJS Ketenagakerjaan. Makanya, kami berharap ada tindakan dari beliau," demiian Irma.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya