Berita

Maruarar Sirait/Net

Politik

Kirab Kebangsaan TMP Tindakan Nyata Jaga Pancasila

MINGGU, 14 MEI 2017 | 20:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sudah sejak lama Taruna Merah Putih (TMP) mencium potensi intoleransi dan radikalisme yang mulai mencuat ke permukaaan. Tentu saja hal ini meresahkan masyarakat Indonesia yang berdiri di atas Pancasila dan Kebhinnekaan.

Karena itu pula, sejak setahun lalu TMP menggelar Kirab Budaya dan Kirab Kebangsaan yang berkelanjutan dari kota ke kota. Kirab yang sudah dilakukan di Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Semarang, Subang, Karawang, Bekasi dan bahkan di Jakarta sebagai ibokota negara ini bertujuan untuk menjaga Pancasila dan merawat Kebhinnekaan dari ragam ancaman yang mulai merongrong.

"Kita sudah menyadari potensi intoleransi itu, makanya kita bertindak dengan menggelar kirab budaya dan kirab kebangsaan," kata Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, saat menyampaikan sambutan dalam acara Kirab Kebangsaan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor (Minggu, 14/5).


Maruarar yakin mayoritas warga Indonesia adalah penjaga Pancasila. Namun demikian, banyak di antara mereka ada yang memilih diam karena ragam alasan. Baik karena khawatir atau karena seakan tak melihat ancaman intoleransi sehingga memilih diam.

"Kita harus bertindak. Kita tak boleh diam. Kita harus berani mengatakan dengan tegas bahwa kita adalah para Pancasialis sejati. Para Pancasilis sejati harus tampil ke depan menjaga Pancasila dengan segala resiko. Sebab Pancasia adalah landasan kita dalam bernegara dan berbangsa," tegas Maruarar.

Kirab kebangsaan ini berlangsung sangat meriah. Sekitar 10.000 berjalan kaki sekitar 2,5 KM dari Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor menuju Stadion Pakansari Bogor. Acara ini dimeriahkan dengan ragam penampilan dan ragam tarian Nusantara, mulai dari tarian Papua, Silat Sunda hingga Barongsai. Acara ini juga disertai dengan melukis warna-warni ke-Indonesia serta menampilkan produk UKM dan kuliner di Bogor.

Acara ini juga didukung oleh elemen lain di Bogor sebagai wujud persatuan dan kesatuan. Di antara elemen itu adalah GP Ansor, Basolia, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPPNU, IPNU, BNNK, GMNI, Gema MA, PMKRI, KNPI, PSM, FP4GN, Damas, PMII, PIK-R, POBI, Sepmi, Isarah, FKPB, FPK, Purna-Paskibra, Ikapaskab, FKOKB, BKC dan Gerakan Pramuka.

Kirab Kebangsaan ini diapresiasi oleh masyarakat Bogor. Mereka menilai bahwa kirab ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali pentingnya Pancasila dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara. Selain itu, menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Bogor.

Waris (51) warga Ciraung, Cibinong mengungkapkan bahwa acara kirab kebangsaan ini merupakan upaya TMP untuk mempersatuakan masyarakat bogor pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Waris mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini kehidupan berbangsa terkesan terbelah. Hal ini karena upaya kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat yang selama ini sudah terajut dengan indah.

"Pengaruh Pilkada Jakarta sangat terasa tidak hanya di Jakarta. Bahkan seluruh nusantara merasakan. Maka itu, hal itu jangan dibiarkan ini sangat berbahaya," katanya.

Lebih lanjut Waris berterimakasih atas kepedulian dan kerja keras TMP menjaga Panjasila dan Kebhinekaan di Indonesia. Selain itu TMP juga memberikan ruang untuk mengembangkan potensi masyarakat Bogor.

"Saya melihat upaya TMP bukan untuk muatan politik praktis. Tapi benar2  untuk menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," tukasnya.

Sementara itu  Siti Asri Fauziyah (18) mengungkapkan bahwa kirab kebudayaan yang digelar oleh TMP sangat membantu generasi muda untuk lebih mengenal budaya nusantara, khususnya Budaya Bogor.

Mahasiswa semester 2 STKIP Muhammadiyah Bogor ini menuturkan bahwa adanya pertunjukan budaya dalam acara ini menunjukkan bahwa TMP peduli dan konsisten menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

"Saya sangat senang bisa mengikuti acara ini. Karena mengingatkan generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki," katanya.

Terkait  situasi kebangsaan saat ini, Asri menuturkan bahwa menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika meruapakan suatu  keharusan. karena bangsa ini akan berdiri kokoh jika masyarakatnya mampu menjaganya.

"Anak muda sebagi penerus bangsa harus  menjaga dan merawat Pancasila. Dan jadikan perbedaan sebagai rahmat dan kita harus menjunjung toleransi," tegas perempuan asal Pamijahan ini. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya