Berita

Zeng Wei Jian/Net

Politik

Zeng: Presiden Jokowi Sangat Kurang Berdialog Dengan Rakyat

MINGGU, 14 MEI 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN:

Aksi solidaritas untuk pembebasan Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meluas ke beberapa kota, selain Jakarta. Bahkan nyaris memicu bentrok.

Seperti terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin (Sabtu, 13/5). Massa simpatisan Ahok berkumpul di Anjungan Pantai Losari hendak menggelar aksi menyalakan lilin namun batal setelah dibubarkan massa organisasi masyarakat berbaju Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok pemuda.

Perseteruan antara massa pro dan kontra aksi itu sempat memanas. Untungnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi dan Dandim 1408/BS Makassar Kolonel (Kav) Otto Sollu berhasil menengahi kedua kubu.
 

 
Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Zeng Wei Jiang menilai situasi pasca vonis Ahok terus memanas dikarenakan lemahnya kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Pucuk pimpinan kita saat ini, dialognya sangat kurang. Bahkan Pak Presiden (nampaknya) agak risih ketemu Pak Habib Rizieq misalnya, teman-teman FPI atau kelompok-kelompok yang kemarin menggelar aksi di 411 atau 211," kritik Zeng saat talkshow di salah satu televisi swasta, pagi tadi (Minggu, 14/5).

"Mereka itu kan bagian dari rakyat Indonesia, yang harus didengar aspirasinya itu pun tidak dilakukan," sambung pria yang akrab disapa Ken Ken itu.

Ia justru melihat Jokowi lebih memilih kongkow alias makan bareng pegiat media sosial ketimbang menyelesaikan gejolak yang terjadi di tengah rakyatnya. Diakuinya memang tidak ada larangan untuk itu dan wajar saja.

"Tapi tidak perlu berlarut-larut sampai 3-5 hari seperti ini, sudah muncul keresahan di tengah masyarakat," tukasnya.[wid]
 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya