Berita

Foto: Lilis Varwati/RMOL

Politik

MUI Khawatir Pendukung Ahok Jadi Radikal Dan Disusupi ISIS

SABTU, 13 MEI 2017 | 10:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Para pendukung tahanan kasus penodaan agama, Basuki Purnama (Ahok), cenderung menjurus ke radikalisme.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah, dalam diskusi "Dramaturgi Ahok", di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/5).

Dia mengatakan sangat menghormati sikap Ahok yang taat dan patuh kepada proses hukum selama perkaranya berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.


"Dia adalah contoh yang baik dalam rangka taat kepada hukum. Selama 22 persidangan, semua dihadiri tanpa mangkir. Betapa tinggi budaya hukum dibangun Ahok sebagai terdakwa," ungkapnya.

Namun sayang, para pendukungnya membuat pencitraan buruk kepada Ahok lewat aksi-aksi massa di beberapa titik sejak putusan dua tahun penjara jatuh ke atas Ahok.

"Seolah Ahok menolak putusan pengadilan. Padahal, dia melawan lewat cara banding, bisa nanti kasasi atau bahkan peninjauan kembali," jelasnya.

Di matanya, putusan atas Ahok adalah murni urusan hukum, tidak ada urusan politik atau hak asasi manusia. Sayangnya, kelompok pendukung Ahok menggeser isu ini ke luar dari hukum.

"Bahkan kecenderungannya ada gejala radikalisme di pendukung Ahok. Bagaimana mereka melakukan demo sampai larut malam, menyalakan liin dimana-mana, melakukan kekerasan, yang ditentang oleh Ahok sendiri," ucap Ikhsan.

Dia tak menutup kemungkinan para pendukung Ahok akan disusupi kelompok teror semacam ISIS (Islamic State).

"Kekhawatiran kita, gejala-gejala ini dapat ditumpangi, termasuk radikalisme, termasuk ISIS. Dari celah-celah inilah mereka masuk," tambahnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya