Berita

Ilustrasi/net

Politik

Aktivis 98: Waspadai Propaganda Orde Baru!

SABTU, 13 MEI 2017 | 07:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ada kekuatan-kekuatan lama dari Orde Baru (Orba) yang kembali bangkit. Kekuatan itu mendorong kekuatan Dinasti Cendana untuk kembali memimpin pemerintahan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BRN), Edysa Girsang. Pria yang biasa disapa Eki ini mengungkapkan, keberhasilan propaganda Orba itu merupakan sebuah kegagalan pemahaman yang terjadi di masyarakat.

"Ini membuktikan bahwa pelaku perubahan tahun 98 silam telah jauh dari rakyat, sehingga rakyat kembali terbuai dengan ilusi-ilusi keindahan yang dihembuskan kaum oligarki yang kembali ingin menguasai pemerintahan," katanya kepada wartawan lewat keterangan tertulis.


Eki menjelaskan, sikap pesimistis dari masyarakat saat ini seharusnya menjadi refleksi bagi pelaku dan penggerak perubahan lainnya. Dia mengimbau para eks aktivis mahasiswa dan elemen rakyat yang pernah membangun perlawanan terhadap rezim otoriter Orba, yang telah tersebar di berbagai profesi, seharusnya tetap berdekatan dengan rakyat.

"Jangan karena perut sendiri sudah enak kita lupa untuk mendidik, membela dan mencerdaskan rakyat," ucap dia.

Salah satu pentolan demonstrasi massa 1998 ini menegaskan lagi bahwa sebagaian besar masyarakat belum lepas dari bayang-bayang halusinasi Orde Baru. Situasi ini masih terjadi menjelang 20 tahun Tragedi Mei 98.

"Piye le masih penak jaman ku tho, adalah sebuah kalimat pembodohan. Secara taktis, Orba memang menciptakan stabilitas harga-harga, namun di balik itu terdapat banyak darah yang tertumpah, banyak orang menghilang, hak berserikat dan berpendapat dibungkam," pungkas Eki.​ [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya