Berita

Maruf Amin/Net

Politik

Ketum MUI: Tidak Punya Komitmen Kebangsaan, HTI Layak Dibubarkan

SABTU, 13 MEI 2017 | 00:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Maruf Amin sejalan dengan pemerintah dalam menilai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, HTI layak untuk dibubarkan.

Maruf menyebut bahwa HTI tidak memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan yang jelas. Ia bahkan menyebut bahwa HTI tidak masuk dalam bagian MUI karena ketidakjelasan komitmen tersebut dan adanya indikasi anti Pancasila.

"Saya kira kalau dia tidak mau jujur, tidak mau membuat komitmen atau meninggalkan isu khilafahnya, memang layak kalau itu bisa dibubarkan," ujar Rais Aam PB Nahdlatul Ulama itu usai menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan dengan tema 'Manhaj beragama ala wali songo perekat persaudaraan Islam dan persatuan nasional' di Masjid Agung Ampel, Surabaya, Kamis (11/5) lalu.


Namun begitu, ia menyebut bahwa HTI bisa diberi hak hidup di Indonesia jika berbalik dan bertobat dengan menghilangkan isu khilafah dan membuat komitmen kebangsaan.

Adapun rencana pembubaran HTI melalui jalur hukum diumumkan oleh Menkopolhukam Wiranto pada Senin (8/5). Keputusan itu diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Saat ini, Kejaksaan Agung masih menunggu permintaan pembubaran HTI dari Kementerian Hukum dan HAM terkait pembubaran HTI.

"Kami masih menunggu permintaan dari pemerintah dalam hal ini Kemenkumham," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya