Berita

RK-SP

Politik

Ketua Nasdem: Klarifikasi Ke Ridwan Kamil Urusan Surya Paloh

JUMAT, 12 MEI 2017 | 15:57 WIB | LAPORAN:

Partai Nasdem menegaskan tidak memaksa Ridwan Kamil agar mau diusung sebagai cagub Jawa Barat.

"Kalau dibilang bahwa Nasdem seperti memaksa, ya enggak benar dong," tegas Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jum'at (12/5).

Hal itu diungkakannya menanggapi pernyataan Walikota Ridwan Kamil yang mengakui menerima pinangan Partai Nasdem menjadi cagub Jawa Barat karena ingin menyelamatkan pembangunan kota kembang tersebut.


Sebab, Partai Nasdem punya media dan Kejaksaan. Menurutnya, seperti dikutip dari video yang beredar, saat ini bisa saja orang baik tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka.

Pengakuan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat pada Minggu, 23 April 2017 lalu.

Irma menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Ridwan Kamil sesungguhnya merupakan hal yang biasa.

Ridwan Kamil bilang bahwa sekarang ini zaman lagi tidak bagus, orang pasti akan berpikir negatif karena Nasdem itu punya Jaksa Agung dan punya media

"Padahal sebenarnya enggak begitu kan? Bahwa Jaksa Agung sebagai pembantu presiden ya bekerja untuk Presiden kan. Masak Jaksa Agung bekerja untuk partai. Kan enggak mungkin," ucapnya.

Berdasarkan apa yang dia dengar dari video, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa dia sudah ke PKB, ke Gerindra, ke PKS. Namun semuanya belum punya keputusan untuk mendukung beliau.

"Nah Nasdem enggak pakai mikir-mikir banyak mendukung beliau. Menurut saya itu hal yang positif. Kalau beliau bilang Nasdem punya Jaksa Agung, ya memang ada kader Nasdem jadi Jaksa Agung. Kalau bilang punya media ya memang Nasdem punya media. Partai Perindo saja kan punya media, bahkan 4, bukan 1," jelas Irma.

Dipertegas apakah pihaknya akan melakukan klarifikasi langsung Ridwan Kamil terkait pernyataannya itu, Irma bilang itu sepenuhnya merupakan kewenangan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

"Itu urusan Ketua Umum kami Pak Surya Paloh, karena menurut saya, hal-hal seperti itu belum tentu seperti itu. Jadi ya kita lihat aja lah nanti ke depannya seperti apa. Yang pasti Partai Nasdem itu mengusung Ridwan Kamil itu tidak punya keinginan macam-macam," ucapnya.

"Contoh, Nasdem kan enggak kepingin dia masuk. Kalau Partai Nasdem kepingin menguasai dia, tentunya Nasdem akan minta dia jadi pengurus. Bahkan kita minta dia agar tetap independen supaya bisa mengerjakan pekerjaannya sebagai Gubernur Jawa Barat tanpa harus diganggu dengan kepentingan partai politik. Jadi sudah jelas. Mana mungkin sih Nasdem melakukan hal-hal yang negatif," pungkasnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya