Partai Nasdem menegaskan tidak memaksa Ridwan Kamil agar mau diusung sebagai cagub Jawa Barat.
"Kalau dibilang bahwa Nasdem seperti memaksa, ya enggak benar dong," tegas Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jum'at (12/5).
Hal itu diungkakannya menanggapi pernyataan Walikota Ridwan Kamil yang mengakui menerima pinangan Partai Nasdem menjadi cagub Jawa Barat karena ingin menyelamatkan pembangunan kota kembang tersebut.
Sebab, Partai Nasdem punya media dan Kejaksaan. Menurutnya, seperti dikutip dari video yang beredar, saat ini bisa saja orang baik tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka.
Pengakuan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat pada Minggu, 23 April 2017 lalu.
Irma menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Ridwan Kamil sesungguhnya merupakan hal yang biasa.
Ridwan Kamil bilang bahwa sekarang ini zaman lagi tidak bagus, orang pasti akan berpikir negatif karena Nasdem itu punya Jaksa Agung dan punya media
"Padahal sebenarnya enggak begitu kan? Bahwa Jaksa Agung sebagai pembantu presiden ya bekerja untuk Presiden kan. Masak Jaksa Agung bekerja untuk partai. Kan enggak mungkin," ucapnya.
Berdasarkan apa yang dia dengar dari video, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa dia sudah ke PKB, ke Gerindra, ke PKS. Namun semuanya belum punya keputusan untuk mendukung beliau.
"Nah Nasdem enggak pakai mikir-mikir banyak mendukung beliau. Menurut saya itu hal yang positif. Kalau beliau bilang Nasdem punya Jaksa Agung, ya memang ada kader Nasdem jadi Jaksa Agung. Kalau bilang punya media ya memang Nasdem punya media. Partai Perindo saja kan punya media, bahkan 4, bukan 1," jelas Irma.
Dipertegas apakah pihaknya akan melakukan klarifikasi langsung Ridwan Kamil terkait pernyataannya itu, Irma bilang itu sepenuhnya merupakan kewenangan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.
"Itu urusan Ketua Umum kami Pak Surya Paloh, karena menurut saya, hal-hal seperti itu belum tentu seperti itu. Jadi ya kita lihat aja lah nanti ke depannya seperti apa. Yang pasti Partai Nasdem itu mengusung Ridwan Kamil itu tidak punya keinginan macam-macam," ucapnya.
"Contoh, Nasdem kan enggak kepingin dia masuk. Kalau Partai Nasdem kepingin menguasai dia, tentunya Nasdem akan minta dia jadi pengurus. Bahkan kita minta dia agar tetap independen supaya bisa mengerjakan pekerjaannya sebagai Gubernur Jawa Barat tanpa harus diganggu dengan kepentingan partai politik. Jadi sudah jelas. Mana mungkin sih Nasdem melakukan hal-hal yang negatif," pungkasnya.
[zul]