Berita

Ahok/Net

Hukum

Lebih Baik Asing Urus Rohingya Ketimbang Bela Ahok

JUMAT, 12 MEI 2017 | 01:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penasehat hukum dan kelompok pendukung diminta taat hukum atas vonis kurungan dua tahun penjara yang sudah diputuskan mejelis hakim.

Jika merasa tidak puas, sebaiknya melakukan banding sebagai hak konstitusional warga negara.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Hukum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI), Muammar dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Jumat (12/5).


Kata Muammar, pihaknya juga meminta kepada asing baik personal maupun lembaga agar tidak ikut campur terkait vonis Ahok.

"Setiap negara memiliki mekanisme sendiri, tidak ada hak asing untuk mencampuri proses hukum di Indonesia," tegasnya.

Menurut Muammar, harusnya pihak asing memahami bahwa vonis Ahok sudah sesuai dengan peradilan di Indonesia.

Apalagi, lanjut dia, kasus Ahok tidak ada indikasi pelanggaran HAM sebagaimana kasus yang dituduhkan kepada para tersangka dugaan pemufakatan makar, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet dan lain-lain yang sampai kini tidak terbukti.

"Dan jika memang peduli pada HAM, asing harusnya fokus pada kasus di Rohingya dan Timur Tengah. Karenanya, JIMI menghimbau umat Islam bersatu untuk mengawal proses hukum Ahok dan menolak intervensi Asing terhadap hukum Indonesia," demikian Muammar. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya