Berita

Bisnis

Kinerja Keuangan Perum Jasa Tirta II Meningkat Pesat

RABU, 10 MEI 2017 | 18:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pengelolaan air, Perum Jasa Tirta II (PJT II) menorehkan capaian positif sepanjang tahun 2016. Selain kinerja keuangan dengan pendapatan yang meningkat, juga mampu mengangkat produksi pangan petani serta menopang pasokan listrik bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Capaian 2016 sangat baik karena PJT II dapat predikat AAA. Kami melakukan pengelolaan air di mana 90 persen bersifat sosial dan baru sisanya 10 persen yang kami kelola untuk usaha," ujar Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Djoko Saputro  usai Rapat Pembahasan Bersama Perum Jasa Tirta II di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/5).

Dalam menjalankan operasional perusahaan, jelasnya, 90 persen pengelolaan air itu sifatnya sosial yang akhirnya mampu mendukung ketahanan pangan. Yakni dengan menjadi penyedia air baku untuk irigasi pertanian di sebagian wilayah Jawa Barat. Air irigasi itu diberikan secata gratis kepada petani melalui saluran-saluran irigasi yang dikelola oleh PJT II.
 

 
 Dalam penyediaan air baku, PJT II juga bekerjasama dengan perusahaan air minun PAM Jaya dan PDAM Kabupaten/kota, serta industri. Pada 2016 air baku yang didistribusikan untuk sektor ini mencapai 944,12 juta meter kubik.
 
"Jadi, 80 persen kebutuhan air baku Jakarta dipasok oleh PJT II. Maka kami mencoba perbaiki sistem kinerja dan efektifitas," ujar Djoko.
 
Lebih jauh Djoko menjelaskan bahwa PJT II juga menjalankan unit usaha pembangkit energi listrik. Selain dipasok untuk PLN, energi listrik ini juga ada yang disuplai untuk pelaku industri kecil sehingga mereka mendapatkan harga produksi yang lebih murah. Sebab harga listrik yang dipasok ke industri 80 persen lebih murah dibanding harga listrik PLN.
 
"Ini potensi membangun wilayah industri dengan listrik lebih murah. Ini bisa semacam bentuk subsidi bagi industri," ucap Djoko.
 
Dijelaskan Djoko, produksi listrik PJT II 2016 sebesar 1,2 miliar KWH dan ini yang tertinggi selama 50 tahun PJT II yakni mulai dari 1957. Selain karena faktor cuaca hujan yang sangat mendukung, PJT II juga melakukan operasi yang lebih baik. Misalnya dengan menjaga dan membenahi sparepart, etos kerja SDM yang semakin meningkat dan berkomitmen kuat, dan mesin-mesin juga dijaga agar tidak down.

"Upaya-upaya seperti ini kami lakukan sehingga operasional bidang kelistrikan ini sangat baik," jelas Djoko.
 
Djoko mengatakan, PJT II mampu menunjukkan kinerja keuangan yang meningkat pesat. Laporan keuangan PJT II menunjukkan, pendapatan 2016 mencapai Rp750 miliar dengan laba sekitar Rp170 miliar. Capaian ini dibanding tahun sebelumnya naik tiga kali lipat. Dari jumlah pendapatan dan laba ini, sekitar 60 persen dihasilkan dari lini usaha pembangkit listrik.

Sedangkan sisanya sekitar 40 persen dari usaha lain seperti pengelolaan air bersih maupun pariwisata. Kenaikan pendapatan dan juga laba dicapai PJT II dengan melakukan pembenahan di berbagai sisi kegiatan dan juga membenahi sisi efisiensi dan efektifitas. Sebab pengelolaan air PJT II tetap 90 persen sosial dan 10 persen untuk usaha.
 
"Untuk target 2017, kami akan usahakan bisa meraih pendapatan diatas Rp1 triliun dan laba bisa mencapai Rp250 miliar. Kami mulai melakukan banyak perbaikan dan pengembangan usaha. Misalnya membangun MoU dengan PDAM dalam mengelola air bersih siap pakai, membangun sejumlah pembangkit listrik, dan termasuk juga mengembangkan pariwisata," kata Djoko. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya