Berita

Moon Jae-in/Ilustrasi Amelia Fitriani

Dunia

Mengenal Lebih Dekat Presiden Baru Korea Selatan

RABU, 10 MEI 2017 | 16:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Moon Jae-in telah menyapu kemenangan di Korea Selatan dalam pemilu yang digelar kemarin (9/5) dan resmi dilantik menjadi presiden negeri ginseng pada hari ini (Rabu, 10/5).

Mengenal sosok orang nomor satu di Korea Selatan ini lebih dekat merupakan hal yang menarik, baik dari kisah hidupnya, karirnya, kontribusi serta pandangannya soal negara.

Moon merupakan pria yang pernah menghabiskan waktu di penjara karena memprotes ayah pendahulunya, Park Geun-hye.


MAsa kecilnya penuh cerita. Ia adalah anak pengungsi dari Korea Utara, yang menghabiskan tahun-tahun pertamanya diikatkan ke punggung ibunya saat dia menjual telur untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Orangtua Moon melarikan diri dari Utara selama Perang Korea. Pada saat dia lahir pada tahun 1953, mereka tinggal di pulau selatan Geoje.

Menurut otobiografinya, ayahnya bekerja di sebuah kamp tawanan perang sementara ibunya menjual telur di kota pelabuhan Busan.

Pada tahun 1972, Moon masuk sekolah hukum tapi dia tidak lama berada di sana.

Moon ditangkap karena memimpin demonstrasi menentang peraturan otoriter Park Chung-Hee, ayah dari Park Geun Hye. Dia dikirim ke penjara.

Pada tahun 1976, Moon telah diwaspadai tentara Korea Selatan. Dia mengambil bagian dalam operasi militer Korea Selatan sebagai tanggapan atas pembunuhan dua perwira AS, yang diserang oleh tentara Korea Utara.

Enam tahun kemudian, dia dan temannya, yang juga mantan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun membuka sebuah firma hukum di kota Busan, yang berfokus pada isu-isu hak asasi manusia dan hak-hak sipil.

Moon dan Roh menjadi tokoh terkemuka dalam gerakan pro-demokrasi yang menyapu negara tersebut dan menghasilkan pemilihan demokratis pertama Korea Selatan pada tahun 1987.

Tapi saat Roh, yang berasal dari keluarga petani yang sederhana, memasuki dunia politik, Moon memilih untuk tinggal di Busan dan melanjutkan pertarungan melalui pengadilan.

Pada tahun 2003, Roh terpilih sebagai presiden, Moon kemudian menjadi salah satu pembantu utamanya dan perannya dalam pemerintahan Roh memberinya julukan "Shadow of Roh".

Semasa menjabat di pemerintahan Roh, karirnya bukanlah tanpa kontroversi.Ia mendapat kecaman atas tuduhan bahwa pemerintah saat itu telah berkonsultasi dengan Korea Utara sebelum pemungutan suara PBB mengenai resolusi HAM melawan Korea Utara pada tahun 2007. Moon membantah tuduhan tersebut.

Kemudian di tahun 2009, Roh bunuh diri setelah meninggalkan kantor dengan investigasi korupsi.

Moon sangat terpengaruh oleh kematiannya.

"Dia benar-benar mendefinisikan hidup saya, hidup saya akan banyak berubah jika saya tidak menemuinya, jadi dia adalah takdir saya," tulis Monn dalam memoarnya.

Moon yang telah menikah dan memiliki dua orang anak itu kemudian memutuskan untuk mengambil mantel teman lamanya setelah kematian Roh.

Ia kemudian mencalonkan diri sebagai presiden pada 2012, saat dia kalah tipis dengan Park.

Namun pada saat itu ia memenangkan kursi parlemen di Busan.
 
Kemudian pada tanggal 9 Mei 2017, lebih dari dua dekade setelah dia memimpin negara tersebut ke pemilihan demokratis pertama, Moon terpilih sebagai presiden. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya