Berita

Vijay Mallya/BBC

Dunia

Taipan India Dinyatakan Bersalah Karena Penghinaan

SELASA, 09 MEI 2017 | 16:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan tinggi India tengah berusaha untuk mengekestradisi seorang konglomerat bernama Vijay Mallya.

Awal pekan ini, pengadilan menetapkan Mallya bersalah karena menghina pengadilan dalam kasus yang diajukan oleh bank terkait utang yang ditanggungnya.

Dalam gugatan dikatakan bahwa Mallya dikatakan berutang kepada bank senilai 777 juta dolar AS. Namun Mallya membantah hal tersebut.


Pengadilan kemudian memproses gugatan dan meminta Mallya untuk hadir sebelum tanggal 10 Juli ke pengadilan. Namun saat ini, ia masih berada di London.

Pihak India saat ini berupaya untuk bisa mengekstradisi Mallya. Karena selain kasus utang, ia juga menghadapi serangkaian tuntutan yang berkaitan dengan penyimpangan keuangan di Kingfisher Airlines yang telah tidak berfungsi.

Permohonan menghina pengadilan senduri diajukan di Mahkamah Agung oleh sekelompok bank yang dipimpin oleh Bank Negara India.

Mereka menuduh mantan anggota parlemen India berusia 61 tahun itu mentransfer 40 juta dolar AS yang ia terima dengan uang pesangon dari raksasa minuman Inggris Diageo kepada anak-anaknya tahun lalu dengan "pelanggaran mencolok" atas berbagai perintah pengadilan.

Mallya sendiri mendapatkan kekayaannya dari menjual bir di bawah merek Kingfisher sebelum bercabang menjadi balap penerbangan dan Formula 1.

Dia adalah co-pemilik tim F1 Force India dan juga memiliki franchise kriket Liga Primer India Royal Challengers Bangalore.

Namun, maskapai penerbangan milik Mallya bergenti terbang pada tahun 2012 dan izin terbangnya berakhir pada tahun berikutnya. Kingfisher membuat kerugian tahunan selama lima tahun berturut-turut dan akhirnya ambruk setelah pemberi pinjaman menolak memberikan pinjaman baru.

Total hutangnya, termasuk upah dan biaya operasi yang tidak dibayar, diperkirakan melebihi 1 miliar dolar AS.

Mallya memasuki Inggris pada bulan Maret 2016. Sebulan kemudian India mencabut paspornya dan meminta Inggris untuk mengembalikannya.

Bulan lalu dia ditangkap oleh polisi Inggris dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya