Presiden Jokowi, kemarin, meresmikan tiga pelabuhan di Maluku Utara. Yakni, Pelabuhan Tapaleo, Bicoli, dan Wayabula di Kabupaten HalÂmahera Tengah.
Jokowi gembira pembangunan ketiga pelabuhan tersebut seleÂsai. "Negara kita negara besar. Ada 17 ribu pulau. Tetapi, baru sebagian kecil yang memiliki pelabuhan. Alhamdulilah daÂlam 3 tahun, pembangunan keÂtiga pelabuhan selesai," ungkap Jokowi.
Jokowi menuturkan, ketiga pelabuhan tersebut dibangun karena Maluku Utara merupaÂkan salah satu wilayah yang menjadi prioritas untuk pemÂbangunan insfrastruktur.
Jokowi memerintahkan KeÂmenterian Perhubungan untuk menambah jadwal lalu lintas kapal ke pelabuhan-pelabuhan di Maluku Utara.
"Sekarang kan dua minggu sekali. Kalau bisa tambah jadi seminggu sekali. Kalau bisa sehari sekali. Keinginan harus seperti itu. Harus lebih baik dan baik lagi," tegasnya.
Jokowi memastikan pembangunan pelabuhan akan terus dilakukan. Karena, banyak daerah kabupaten kota/provinsi lain yang juga ingin memiÂliki pelabuhan. Selain itu, keÂberadaan pelabuhan sangat diperlukan sebuah daerah agar konektivitas dengan daerah lain bisa terbuka.
"Kami berharap dengan terÂbangunnya 3 pelabuhan ini bisa meningkatkan konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi Maluku Utara," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan, saat ini pelabuÂhan Tapaleo baru disinggahi kapal perintis dan kapal feri dengan frekuensi masing-masing dua kali sebulan. MenurutÂnya, pihaknya telah berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan frekuensi kapal.
"Ini menjadi PRuntuk kami dan pemerintah daerah untuk meningkatkan frekuensi kapal di Pelabuhan Tapaleo dan dua pelabuhan lainnya," ujarnya.
BKS, panggilan akrab Budi Karya mengungkapkan, ketiga pelabuhan tersebut dibangun seÂlama tiga tahun sejak 2014. KeÂtiga pelabuhan tersebut memiliki kapasitas sama. Yakni, memiÂliki kedalaman kolam hingga 15
low water springs (Lws) yang mampu disinggahi kapal berkapasitas 1.000
deadweight tonnage (DWT). Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah pusat atas peresmian 3 pelabuhan tersebut.
"Keberadaan pelabuhan sangat penting bagi masyarakat Maluku Utara khususnya di Tapaleo. Karena selama ini daerah itu belum tersambung akses jalan darat juga akses transportasi udara," katanya.
Sekadar informasi, ketiga pelabuhan ini berada di salah satu provinsi terluar Indonesia. Pelabuhan Tapaleo ditetapkan sebagai pelabuhan Pengumpan Lokal. Pelabuhan Bicoli ditetapkan sebagai pelabuhan Pengumpan Regional. Sementara, Pelabuhan Wayabula ditetapkan sebagai Pelabuhan Pengumpul. ***