Berita

Foto/Net

Politik

CHAT NEWS

Habis Bunga, Terbitlah Balon

SELASA, 09 MEI 2017 | 08:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah dibanjiri ribuan karangan bunga, halaman Kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balaikota kini dipenuhi balon. Ribuan balon berwarna merah putih dikirim oleh para pendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI. Balon juga sebagai bentuk dukungan kepada Ahok yang hari ini menjalani sidang putusan dugaan penistaan agama.

Balon merah putih sudah datang ke halaman Balaikota sejak dini hari. Di setiap rangkaian balon, terpasang semacam selebaran berisi ucapan dukungan dan terima kasih untuk Ahok dan Djarot.

Salah satu perwakilan pengirim balon adalah Komunitas Perempuan Peduli Kota Jakarta (PPKJ). Anggota PPKJ, Ilma Sovriyanti mengungkapkan balon-balon tersebut mengapresiasi kinerja Ahok-Djarot. "Balon ini apresiasi cinta kami kepada pemimpin yang bersih, transparan dan profesional," ujarnya di Balaikota, kemarin.


Selain itu, kata dia, balon-balon ini merupakan bentuk dukungan moril untuk Ahok yang hari ini menjalani sidang putusan kasus dugaan penodaan agama. Para pendukung ingin Ahok tidak merasa sendirian menghadapi sidang vonisnya. Sebab itu, pihaknya membawa 7.500 balon. Selain kelompoknya, ada juga Komunitas Sanur yang membawa 2.500 balon.

"Kami yakin kasus sidang yang penuh muatan politis ini akan berakhir dengan tidak membuat Pak Basuki terdzalimi karena melakukan hal yang tidak dilakukan," tambah Ilma.

Mananggapi ribuan balon ini, Ahok berterimakasih. "Ya terima kasih saja," ucap Ahok di Balaikota. Menurut dia, selain ucapan terima kasih, balon ini tak harus ditanggapi dengan istimewa. Dia menganggap kiriman balon sama dengan bentuk ucapan apabila disampaikan melalui bunga dan lainnya. "Kayak kamu misalnya, mau orang pernikahan kirim bunga, kamu gimana? Atau ada orang meninggal, kamu kirim bunga gimana? Ya gitu aja," kata Ahok yang tak mau menanggapi lebih jauh.

Netizen ramai menanggapi banjir balon merah putih di Balaikota. Di Twitter, tweeps pro kontra. Banyak yang takjub. Ada yang mendukung aksi ini. Ada pula yang nyinyir. Akun resmi @basuki_btp juga sempat mencuitkan soal balon yang dikirim ke kantornya. "Hari ini Balaikota dihiasi ribuan balon merah putih. Silakan dimanfaatkan untuk selfie. Mohon jangan diletuskan karena bukan balon hijau," kicau Ahok dengan nada bercanda.

Sampai tadi malam, kicauan Ahok sudah diretweet 4.000 netizen dan disukai 4.800 tweeps. Ratusan komentar membanjiri kicauan ahok yang diposting pukul 14.23 kemarin. Akun @wati_hestia tertawa menanggapi kicauan Ahok. "Cerdas selerah humornya juara banget dah Pak Ahok," cuitnya, disambut @galainter40an. "Meletus balon ijo doooor hatiku sangat galau.... balonku merah putih... kujaga selamanya..."

Akun @hussast masih belum move on junjungannya kalah. "Hatiku masih kacau pak @basuki_btp," kicaunya, disamber @ribkadel. "Pak, udah bulat nih ga mau di politik lagi kayaknya? Udah bisa kok jadi pelawak, bakat udah ada," cuitnya.

Tweeps golongan pendukung Ahok lainnya memuji. "Kemarin ribuan bunga sekarang balon, wahh Ahok oppa u got rakyat heart," cuit @starlovediamond, senada dengan @danrem. "Balaikota DKI pagi ini... balon merah putih dan bunga kembali menghiasi." Akun @GunRomli menimpali. "Wow balaikota, balon merah putih untuk Ahok-Djarot," cuitnya, disamber @arifinp76. "Emang luat biasa @basuki_btp, pengikutmu tetap setia." Akun @ndorokakung menimpali. "Habis kembang, terbitlah balon."

Banyak juga netizen yang nyinyir. Seperti akun @HirmanF. "Habis sembako terbitlah bunga & balon, sembakonya habis, bunganya layu balonnya meletus duarrr," kicaunya, disamber @habiburokhman. "Karangan bunga sudah, balon sudah, gua usul besok kirim Badut ke Balaikota, biar yang sakit terhibur."

Meski demikian ada juga yang netral. Tweeps meminta tak usah dinyinyirin. Bagi-bagi rezeki buat tukang balon. "Ini bagi-bagi rejeki dari pendukung Ahok untuk tukang balon. Daripada demo-demo kemaren buat jagain demonya aja udah habis Rp 70-an M," cuit @JMangontang. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya