Berita

Ilustrasi/Net

Politik

INSED: SP JICT Kurang Sejahtera Apalagi

SELASA, 09 MEI 2017 | 06:58 WIB | LAPORAN:

Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) berencana mogok kerja selama lima hari menyusul tuntutan mereka yang tak diakomodir oleh JICT  bersama pemiliknya, Pelindo II dan Hutchinson.  

Tuntutan mereka terfokus masih pada peningkatan kesejahteraan. Salah satunya menyangkut bonus pekerja yang berkurang dalam kontrak baru Pelindo II dengan HPI karena masuknya rental fee ke dalaM penghitungan biaya.

Kontrak yang diprotes oleh SP JICT itu sah menurut pemerintah dan lembaga auditor negara. Alasannya, jika bonus masih sesuai Perjanjian Kontrak Bersama (PKB) lama antara PT JICT dengan SP JICT maka akan merugikan negara karena nilai yang diterima Pelindo II pasti berkurang.


"Saya kaget mengapa mogok kerja jadi pilihan untuk tuntutan kesejahteraan lagi. Mereka (SP JICT) kurang sejahtera apalagi. Bonus itu kan bukan komponen utama upah juga. Kalaupun berkurang, demi negara ya harusnya mereka rela," kata Direktur Institute for Strategic Economic Development (INSED), Tomy R dalam keterangan tertulisnya.

Tomy mengingatkan, rencana mogok kerja SP JICT pada 15-20 Mei 2017 akan berakibat program pemerintah untuk memangkas dwelling time pelabuhan dan tol laut jadi terganggu.

"Ini perlu disikapi dengan tegas oleh JICT dan pemerintah karena kalau begini dapat disebut pengganggu ekonomi nasional mengingat pelabuhan ini jadi tulang punggung ekonomi nasional," tegas Tomy.

Menurutnya pula, jangan karena tuntutan peningkatan kesejahteraan yang berlebihan dari SP JICT, negara dirugikan, dunia bisnis dan masyarakat terganggu.

"Progam pemerintah perlu didukung agar efisiensi dan daya saing negara kita meningkat di tengah kompetisi dengan negara lain," tutupnya.[wid] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya