Berita

Karyono Wibowo/Net

Politik

Cita-cita HTI Ahistoris, Pantas Dibubarkan!

SENIN, 08 MEI 2017 | 22:25 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sikap tegas pemerintah melalui Menkopolhukam, Wiranto untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) perlu diapresiasi.

Peneliti senior dari Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo menjelaskan, sikap tegas ini sejatinya sudah ditunggu oleh sebagian besar masyarakat yang yang tidak setuju dengan cita-cita HTI yang sudah jelas-jelas ingin membentuk negara khilafah dan menerapkan hukum syariah Islam.

"Dalam konteks ini, cita-cita HTI ahistoris, menghianati sejarah pendirian republik ini. Berdasarkan konstitusi UUD NRI 1945, bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga, konsep khilafah jelas bertentangan dengan UUD 1945 dan dasar negara Pancasila," terang dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/5).


Karyono menegaskan, setiap organisasi yang bertentangan dengan konstitusi dan ideologi Pancasila seperti HTI ini tidak boleh ada di bumi Indonesia.

"Kita perlu memahami bahwa NKRI dan Pancasila merupakan komitmen dan konsensus nasional. Oleh karena itu institusi TNI, POLRI dan berbagai komponen masyarakat meneguhkan Pancasila dan NKRI harga mati," jelasnya.

"Masyarakat perlu memahami sikap menkopolhukam yang hendak membubarkan HTI ini bukan berarti membenci umat Islam. Publik perlu memahami masalah ini secara bijak dan obyektif." [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya