Malawi memutuskan untuk menarik pengakuannya atas wilayah yang diproklamirkan sepihak oleh Polisario yakni Republik Demokratik Arab Sahwari (SADR).
Keputusan itu diumumkan pekan lalu oleh Menteri Luar Negeri Malawi Francis Kasayla setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Maroko Nasser Bourita.
Untuk diketahui bahwa Malawi sebelumnya telah menjalin hubungan diplomatik dengan SADR sejak tahun 2002 lalu.
Ini bukan kali pertama Malawi menarik pengakuannya pada SADR. Beberapa bulan setelah membangun hubungan diplomatik dengan SADR di tahun 2002, Malawi memutuskan untuk menangguhkan pengakuannya sementara.
Kemudian hubungan diplomatik tersebut kembali dijalin pada 1 Februari 2008. Namun di bulan September di tahun yang sama, Malawi lagi-lagi menarik pengakuannya hingga Maret 2014.
Langkah terbaru penarikan pengakuan dilakukan awal Mei ini, tak lama setelah adopsi resolusi baru oleh Dewan Keamanan PBB terkait dengan konflik di Sahara Barat.
Sejumlah pengamat menilai bahwa resolusi baru ini akan memutarbalikan posisi Polisario dengan pendukung utama mereka yakni Aljazair dan Afrika Selatan.
[mel]