Berita

Dunia

Satu Dari Lima Warga Australia Alami Pelecehan Berbasis Gambar

SENIN, 08 MEI 2017 | 17:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya satu dari lima warga Australia mengalami pelecehan berbasis gambar.

Menurut studi komprehensif yang dilakukan oleh penelitian RMIT University dan Monash University, di negara itu menemukan bahwa pelecehan berbasis gambar itu tidak memandang jenis kelamin, bisa pria atau pun wanita menjadi korban.

Ada dari lebih dari 4.200 warga Australia yang terlibat dalam penelitian tersebut. Seperlima dari mereka mengaku bahwa mereka pernah menemukan gambar diri mereka bugil atau tengah berpose/melakukan hal berbau seksual tanpa izin mereka.


Sementara itu, 11 persen dari seluruh responden mengaku bahwa gambar mereka telah dibagikan tanpa izin.

Dalam studi ditemukan bahwa pria lebih cenderung menjadi pelaku, sementara wanita memiliki ketakutan yang lebih besar untuk keamanan mereka sendiri.

Tidak sedikit dari korban pelecehan seksual melalu gambar itu dilakukan atas dasar balas dendam. Umumnya, pelaku adalah bekas pacar atau pernah memiliki hubungan asmara dengan korban.

Pasca hubungan kandas, foto-foto atau gambar pribadi korban disebarluaskan karena dendam.

Para periset merekomendasikan membuat penyalahgunaan berbasis gambar dan menciptakan saluran bantuan yang serupa dengan yang ditetapkan di Inggris pada tahun 2015.

"Pelecehan berbasis gambar telah muncul dengan sangat cepat karena sebuah isu yang pasti, hukum dan kebijakan kita sedang berjuang untuk mengejar ketinggalan," kata pemimpin peneliti Dr Nicola Henry.

"Ini bukan hanya tentang balas dendam, gambar digunakan untuk mengendalikan, menyalahgunakan, dan mempermalukan orang dengan cara yang melampaui skenario hubungan yang buruk," sambungnya seperti dimuat BBC.

Di Australia sendiri diketahui hanya ada dua negara bagian yakni Victoria dan Australia Selatan yang memiliki undang-undang khusus untuk tidak mendistribusikan gambar tanpa persetujuan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya