Berita

Foto: Dok

Politik

Komnas HAM Mulai Mengusut Kriminalisasi Ulama Dan Aktivis

SENIN, 08 MEI 2017 | 17:23 WIB | LAPORAN:

Para tokoh Islam, ulama, advokat dan aktivis senior yang tergabung dalam Presidium Alumni 212 kembali mengadakan pertemuan dengan komisioner Komisi Nasonal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jumat (8/5).

Mereka mendesak agar Komnas HAM segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan melibatkan tokoh akademisi, mantan TNI/Polri serta advokat.

Pekan lalu Komnas HAM sudah membentuk Tim Investigasi soal kriminalisasi ulama dan aktivis.


"Tentu kita beri apresiasi, namun sebaiknya Tim Investigasi tersebut diperluas menjadi TGPF guna melibatkan pihak eksternal agar lebih independen," Ketua Progres 98, Faizal Assegaf.

Pasalnya, sambung dia, masalah yang ditangani Tim Investigasi Komnas HAM sangat super serius dan perlu mendapat dukungan publik sehingga tidak mudah diintervensi oleh penguasa maupun pihak lainnya.

Usulan pembentukan TGPF telah disetujui oleh Komnas HAM. Pihaknya berjanji dalam pekan ini akan menggelar rapat pleno untuk merekrut sejumlah nama tokoh nasional dari berbagai latar belakang.

Ini merupakan pertemuan ketiga kalinya dengan pihak Komnas HAM dan perwakilan Presidium Alumni 212. Bahkan telah disepakati, jika terjadi resistensi maka akan dilakukan pendekatan melalui mekanisme dan jaringan internasional.

"Berbagai temuan fakta yang ditelesuri oleh TGPF akan menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti baik melalui jalur hukum maupun lembaga politik berwenang. Tentu akan ada konsekuensi serius  bagi pihak yang terbukti terlibat," terang Faizal.

Perwakilan Presidium Alumni 212, selain Faizal Assegaf juga ada mantan Ketua MPR Amien Rais, advokat senior Eggi Sujana, musisi Ahmad Dani, Ustad Sambo, Ketum Gentari Umar Al Hamid serta tokoh Islam lainnya.

Sementara Komnas HAM diwakili oleh lima komisioner, yakni Natalius Pigai, Maneger Nasution, Siti Noor Laila, Prof. Hafid Abbas dan Siane Indriani.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya