Berita

Romahurmuziy/Net

Politik

Ormas Anti Pancasila Jangan Menggaruk Di Tempat Yang Tidak Gatal

MINGGU, 07 MEI 2017 | 13:26 WIB | LAPORAN:

RMOL. Setiap organisasi kemasyarakatan (Ormas) sekalipun tak boleh bermain-main dengan dasar negara, yakni Pancasila.

Ketua Umum PPP, Rommahurmuziy mengatakan bahwa perdebatan soal dasar negara berlandaskan agama telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Namun para founding fathers akhirnya memutuskan Pancasila lah sebagai dasar negara. Karenanya, menurut dia, keberadaan Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya sudah tak bisa diganggu gugat lagi.

"Perdebatan ideologi negara berbasiskan agama atau tidak,udah tiga kali dalam kurun waktu​ yang panjang. Tahun 45, antara tahun 65-69, dan awal 97. Kita sudah habiskan energi yang banyak sehingga jangan apa yang sudah baku dan final diganggu dan garuk-garuk. Istilahnya jangan menggaruk di tempat yang tidak gatal," kata pria yang akrab disapa Romi ini dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (7/5).


Dia melihat sebagian Ormas yang ada di Indonesia dan beberapa gerakan yang bersifat transnasional bertujuan untuk menggoyahkan pilar-pilar kebangsaan Indonesia. Organisasi itu tujuannya baik, tapi mereka kemudian menafikan kearifan lokal bahwa Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45 adalah ketepan final dalam perjalanan bangsa ini.

"Ormas-ormas itu berdiri itu menganggap empat pilar itu sebuah keputusan yang belum final dan relative karena itu mereka ingin geser dan ganti. Ormas itu saya ingatkan agar tidak main-main dengan dasar negara kita," imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Romi, pemerintah sebagai fasilitator pembentukan Ormas dalam penyelenggaran badan hukum, harus segera memanggil mereka untuk ditanyakan apa sebenarnya yang mereka inginkan. Karena menurut dia, sebelum pemerintah mengambil langkah penertiban, pemerintah harus paham betul apakah mereka memang menafikan NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

"Kalau mereka mengaku tidak, maka harus ditulis dan nyatakan kesetiaan pada NKRI. Karena tidak ada tempat pada siapapun untuk berhadapan dengan​ empat pilar," tandasnya.

Empat pilar diakuinya memang bukan kebenaran mutlak, namun itu merupakan kesepakatan bersama dari para pendahulu. Semua pendiri bangsa pun telah setuju empat pilar merupakan dasar negara terbaik yang digali dari bumi Indonesia​.

"Waktu Bung Karno menyatakan saya hanya menggali. Istilah Pancasila udah ada di kitab Sutasoma dan negara Kertagama. Karena itu tidak perlu diperdebatkan lagi sehingga diisi dengan tindakan yang menyejahterakan bukan untuk timbulkan perbedaan pendapat," tukasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya