Berita

Politik

Pemerintah Dinilai Ragu Bubarkan Ormas Intoleran

MINGGU, 07 MEI 2017 | 13:25 WIB | LAPORAN:

Rencana pemerintah, dalam hal ini Menko Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto membubarkan organisasi masyarakat anti Pancasila dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Karena ormas itu hanya akan mengganti bajunya saja, sementara orang-orangnya tetap akan eksis melakukan aktivitas intoleran dengan kemasan yang baru," papar koordinator Tim Pengawal Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/5).

Pengacara Perhimpunan Advikat Indonesia (Peradi) itu mengemukakan, pemerintah seharusnya mengambil tindakan secara hukum dengan meminta pertanggungjawaban secara pidana kepada pimpinan serta anggota ormas yang akan terkena pembubaran dimaksud.


Suburnya ormas-ormas radikal dan intoleran ini dinilainya karena pemerintah ragu untuk menindak mereka.

"Kesalahan pemerintah selama ini adalah terlalu fokus pada program-program pemenuhan HAM kepada masyarakat, sementara kampanye tentang pembatasan HAM seseorang untuk melindungi hak orang lain yang dijamin secara berimbang di dalam UU jarang dikampanyekan atau disoisialisasikan," tuturnya.

Sebelumnya pada Kamis (4/4) Menkopolhukan Wiranto sempat menyatakan akan membubarkan organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara, Pancasila.

Tidak hanya organisasi masyarakat yang menjadi incaran untuk dibubarkan, namu  juga organisasi mahasiswa yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya