Berita

Jokowi/Net

Politik

Antara Makar Dan Mikir Politik Terkini

MINGGU, 07 MEI 2017 | 05:03 WIB | OLEH:

TUDUHAN akan adanya Makar oleh pemerintah Joko Widodo (Jokowi) terhadap para Aktivis 212 dan Aktivis aksi umat Islam 313 oleh Kapolri dan diperkuat dengan wawancara Allan Nairn yang mengatakan akan ada kudeta terhadap presiden dalam Aksi Bela Islam. Untuk mendesak pemerintah agar menegakkan hukum dan keadilan terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang disangkakan melakukan penistaan agama Islam.

Akhirnya sekarang kita Mikir masak iya keadaan ekonomi nasional tidak krisis, kehidupan ekonomi masyarakat relatif stabil walau sedikit agak menurun daya beli masyarakat, serta indeks saham IHSG di bursa terus meroket walau nilai kurs USD juga ikut meroket di level Rp 13.000, mantap. Masak sih keadaan ini bisa memaksa umat Islam untuk Makar hingga mau kudeta Pak Joko Widodo.

Belajar dari Suharto yang dilengserkan tahun 1998 dan Sukarno tahun 1967 saja akibat ekonomi nasional carut marut alias krisis ekonomi. Nah kita mulai Mikir nih Kapolri ngotot bahwa ada dugaan akan terjadi Makar dalam aksi Aksi Bela Islam. Sedangkan Panglima TNI yang sebenarnya lebih punya domain politik dan keamanan serta bisa mengambil alih kekuasaan jika ada Makar mengatakan tidak ada itu Makar.


Nah kita Mikir lagi nih ketika Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Budi Gunawan angkat bicara soal adanya dugaan upaya Makar oleh sejumlah pihak terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Budi, lembaganya tidak secara langsung terlibat dalam penanganan kasus Makar yang kini tengah diusut oleh kepolisian. Kata Kepala BIN "Kalau yang kita pantau itu kan masalah kerawanan."

Wah kita harus Mikir lagi masak iya sih badan intelijen yang harusnya lebih punya data-data yang A1 dan valid dalam masalah politik dan keamanan negara kok tidak memperkuat akan adanya Makar di saat Aksi Bela Islam yang berkaitan dengan kasus Basuki Tjahaja ya. Bukannya kalau kita Mikir info A1 kalau akan adanya Makar pasti diinformasikan ke Pak Joko Widodo loh selaku Presiden RI.

Nah kalau sudah dua institusi yang punya senjata dan bersentuhan dengan keamanan dan politik berseberangan pendapatnya tentang Makar, saya rasa Pak Joko Widodo harus segera turun tangan untuk bisa memanggil Kapolri dan Panglima TNI serta Kepala BIN segera. Agar jangan masyarakat pada Mikir yang enggak-enggak dan was-was kalau sebenarnya dalam pemerintah Pak Joko Widodo ini ada persaingan antara Kapolri dan Panglima TNI yang kadung di tuduh Allan Nairn mendukung akan adanya potensi Makar saat aksi-aksi masalah Basuki Tjahaja.

Nah, saya sarankan Pak Joko Widodo harus bisa Mikir siapa Kawan dan Siapa lawan dalam pemerintahannya. Jangan sampai terjebak dan terpengaruh akan adanya Makar yang tujuannya kudeta Pak Joko Widodo. Sebab belum ada satu pun campuran larutan kimia sosial politik yang pas dan bisa meyebabkan Pak Joko Widodo memang layak dilengserkan, apalagi parlemen dikuasai Pak Joko Widodo ya. [***]

(Penulis adalah wakil ketua umum DPP Partai Gerindra) 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya