Berita

rhoma irama/net

Politik

Partainya Rhoma Irama Ngarep Koalisi Partai Anies-Sandi Permanen Hingga Pilpres 2019

SABTU, 06 MEI 2017 | 21:53 WIB | LAPORAN:

Sekjen Partai Idaman, Ramdansyah berharap koalisi partai pendukung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno bisa bertahan hingga pilpres dan Pileg 2019 mendatang.

Menurut Ramdansyah kekuatan politik identitas mulai terbukti bisa mengalahkan koalisi partai penguasa. Disamping itu, koalisi partai di Pilkada DKI Jakarta itu bisa menjadi syarat untuk mengusung calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya kata dia. koalisi partai ini diyakini bisa menembus seluruh wacana Presidential threshold dari setiap fraksi di DPR yang telah mengemuka di publik.


"Kita sampaikan bahwa dengan koalisi permanen, penguatan politik identitas akan mengerucut. Ini akan menjadi kristalisasi partai politik," ujarnya dalam diskusi bertema 'Membatasi Ambang Batas Presidensial?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5).

Ramdansyah menambahkan, jika kedepan koalisi partai tersebut menjadi permanen bukan berarti Partai Idaman bisa mengambil kesempatan untuk mendorong Rhoma Irama selaku Ketua Umum Partai menjadi calon presiden yang diusung oleh koalisi.

Menurutnya, jika merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi, partainya bisa secara langsung mengusung calon presiden.

"Belum tentu Rhoma mencalonkan diri jadi presiden 2019. Akan tetapi, peluang tersebut tetap ada, karena kita lolos verifikasi partai politik. Saya kira hitungan peluangnya besar kemungkinan, bisa saja," demikian Ramdansyah.

Diketahui dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 kemarin, pasangan Anies-Sandi diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN serta PPP kubu Romi serta basis massa Abraham Lunggana. Untuk partai baru yang masuk dalam kolisi yakni Partai Idaman dan Partai Perindo.

Hasil koalisi tersebut pasangan nomor urut tiga itu berhasil memenangkan Pilkada DKI Jakarta yang dilakukan dalam dua putaran.[san]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya