Berita

karangan bunga/net

Politik

Revolusi Karangan Bunga

SABTU, 06 MEI 2017 | 21:47 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ADA yang ngga beres dari badai karangan bunga galau Ahoker. Penulis Trijon Aswin mensinyalir ada proyek membenturkan TNI vs Polri. Ngeri bila itu benar. Ngeri banget. Polisi bukan tandingan TNI. Sekali sapu, berantakan. 

Ahoker memang rada edan. Mereka ngga sadar sedang dijadikan umpan. Upaya memberangus TNI pernah dirilis PKI. Mereka hendak mendirikan militer versi sendiri. Buruh Tani dipersenjatai. Jadi angkatan kelima. Minimal mereka ingin gantikan TNI dengan Red Army ala Soviet atau People's Liberation Army (PLA) seperti di Tiongkok. 

Peta modern, komunis bersetubuh dengan taipan. Bersekutu dengan liberalis, sekular, minoritas tamak, aliran sesat, parpol merah, klub moderat, oknum aparatus kekerasan negara dan preman. Rame-rame mereka pro Ahok. 

Mereka ingin dirikan negara versi mereka. Minimal bubarkan NKRI. Koyak persatuan dengan kedok kebhinekaan. Sandungan mereka adalah TNI dan Umat Islam. 

Batu sandungan ini mesti dilemahkan. Islam diadu-domba. Dipecah jadi Islam Moderat vs Radikal. Hantu ISIS dibawa. Supaya masyarakat dan minoritas takut. Fenomena tumbangnya Ahok diacak, diblur, dan direkayasa sebagai antagonisme Islam terhadap minoritas. Mereka dihipnotis sehingga percaya Ahok kalah karena SARA. Padahal, Ahok kalah disebabkan keliru stratak, kalkulasi dan metodologi. 

Kaum myopic terpengaruh. FPI jadi target. Kyai Sobri Lubis diserang di Kalbar. 

Kaum myopic terpengaruh. FPI jadi target. Kyai Sobri Lubis diserang di Kalbar. 

Proyek pelemahan TNI semakin kebaca. Secara simultan, mereka hendak adu domba TNI-Polri. Mereka tau tiang utama keutuhan negara sekarang ini adalah TNI-Polri. Mereka mau kerdilkan TNI. Caranya mudah, serang Panglima TNI. Bertubi-tubi. Tersistematis dan masif. Pake isue sok akademis dan ngawur. Impartial dan Hendardi dipasang.

Mereka ingin Panglima TNI yang ganas dan bersedia menghabisi kekuatan Islam. Seorang panglima yang bisa distir dan dikontrol. Karena itu mereka mencari Panglima TNI "anak mama" atau Panglimanya partai politik. 

Itu tidak mereka lihat pada Jenderal Gatot Nurmantyo. Mereka kecewa. TNI tetap kompak dengan Polri. TNI tetap bersatu dengan rakyat. 

Guna menjaga suhu panas, mereka dorong aksi ngawur karangan bunga. Ada dua target yang hendak mereka raih. 

Pertama, mereka tau aksi ini bikin masyarakat muak. Itu yang mereka inginkan. Provokasi. Memancing amarah publik muslim dan Pro Anies Sandi. Kedua, memantapkan kepercayaan diri minoritas. Mereka semakin merasa benar dan jago ketika Mabes Polri tidak keberatan dibanjiri karangan bunga. Polri semestinya netral. Bunga itu, suka atau tidak, telah jadi simbol politik. 

Pengusiran Kyai Sobri Lubis merupakan imbas dari kepedean ngawur sekaligus provokasi. 

Disintegrasi bangsa akan terjadi. Bila muslim terpancing menyerang balik. Kebetulan Gubernur Cornelis non muslim. Perang Dayak-Melayu bisa pecah. Islam vs Non Muslim. Mayoritas mengganyang minoritas. NKRI bisa bubar. Bila Borneo konflik, daerah lain akan ikut. Tionghoa ahoker akan ditumpas. Minoritas kocar-kacir. Indonesia jadi historis. 

Itukah yang mereka inginkan via karangan bunga?[***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya