Berita

ilustrasi/net

Politik

PERSONA NON GRATA-KAN AHOK

SABTU, 06 MEI 2017 | 21:19 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

LEHER saya pasti dijerat, bila Ahok menang. Untungnya ngga ya. Begitu kata beberapa teman. Bukan 2-3x saya mendapat informasi kalo nama saya masuk dalam daftar yang akan dihabisi. Sering banget. Nama Lieus Sungkarisma juga masuk.

Ada teman bilang, kalo saya diapa-apain, ngga bakal ada yang bela. Habib Rizieq, ulama dan mujahid balik badan. Jadi percuma. Begitu katanya.

Tapi saya ngga tega liat korban gusuran Ahok. Ada ibu-ibu gendong bayi. Anak-anak kecil bingung. Apa salah bapak, sehingga rumahnya harus dirobohkan. Hidup jadi simpang siur. Tidur ngga nyaman. Antri toilet. Kaum bapak tidur di emperan jalan. Itu schenary pasca Kampung Aquarium dibombardir deco-deco Ahok.


Saya juga berhitung, Ahok pasti kalah. Lawannya Anies Sandi. Sekali pun misteri masa depan di tangan Tuhan. Tapi saya optimis. Walau pun banyak relawan Abdi Rakyat loncat ke kubu AHY. Mereka bilang, Anies pait. Minta kaos aja susah. Logistik AHY semasif Ahok. Bagi-bagi jam tangan. Seragam relawannya pun mewah.

Di Anies Sandi, boro-boro. Kaos belang-belang. Ada produksi PKS. Desainya beda dengan Gerindra.

Saya bisa optimis, karena diam-diam relawan ASA, militan PKS, kader Gerindra, loyalis 08 kerja di bawah. Ngga berisik. Sekali pun banyak kelemahan, ngga dibayar, modal nekat, siang-malam berusaha membuka kesadaran masyarakat. Ahok berbahaya bagi demokrasi. Harus tumbang. Harus di-persona non grata dari arena politik. Selamanya. For good.

Sekali pun demikian, saya juga berpikir the worst scenario. Bila Ahok menang, saya berencana ke Hambalang. Jaga instal kuda Pa Prabowo. Toch, dia ngga kenal saya.

Mungkin Ahok tidak sejahat itu ke saya. Tapi para penjilat dan pencari muka di sekitarnya galak sekali. Biasa itu. Anjing herder pasti lebih galak dari tuannya.

Menang-kalah, biasa dalam politik. Tapi tampaknya, segelintir prohok menolak untuk move-on. Di Kalbar, kedatangan Kyai Sobri Lubis diserang. Publik menduga ini ada kaitannya dengan Pilkada DKI. Gubernur Kalbar adalah fungsionaris PDIP. Itu bikin prejudis semakin besar. FPI atau Kyai Sobri tidak pernah bikin onar. Tidak ada alasan diperlakukan seperti itu.

Kondisi ini sangat berbahaya. Bisa triger disintegrasi bangsa. Soal Ahok, sama sekali bukan masalah minoritas. Jadi pihak minoritas hendaknya tidak reaktif.

SARA bukan faktor kekalahan Ahok. Telak. Sampe beda 2 digit. SARA cuma alasan Ahok. Cemen sekali.

Ahok tumbang sepenuhnya disebabkan kekalahan stratak, kalkulasi dan metode. Dia dan timsesnya banyak bikin blunder. Wagub Djarot juga begitu. Pake peci-lah, buka warteg H. Jarot-lah. Macem-macem. Antipati publik semakin tinggi mendekati hari H.

Saya tau, kalah telak seperti ini tuh sakitnya di sini. Hati kaya dijebol rudal. Duwit banyak, berkuasa, pencitraan masif. Eep Saifulloh bilang Istana jadi posko pemenangan. Eh tetep kalah.[***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya