Berita

wiranto/net

Politik

Pancasila Makin Goyah, Wiranto Sesalkan P4 Warisan Zaman Suharto Dibubarkan

SABTU, 06 MEI 2017 | 19:44 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (menkopolhukam) Wiranto membeberkan pengamalannya merawat ideologi Pancasila semasa era orde baru. Menurut Wiranto, pada saat rezim presiden Suharto itu, pengamalan Pancasila dibangun dan dirawat secara sistematik melalui pendidikan P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

Namun sayangnya kata Wiranto, pembubaran P4 yang disusun oleh BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) itu akhirnya membuat Pancasila mulai goyah. Dampaknya makin terlihat di masa-masa saat ini.

“konsep untuk memelihara Pancasila ikut runtuh dan menjadi absurd saat  P4 dengan BP7 dibubarkan,” ujar Wiranto dalam Seminar "Keislaman dan Keindonesiaan, aktualisasi pemikiran dan kejuangan KH Hasyim Asyari" di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/6).


Mantan panglima ABRI era Suharto itu mengatakan Indonesia saat ini menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan dan ancaman nyata terhadap ideologi Negara. Apalagi, kata Wiranto, saat ini Pancasila hanya diajarkan secara sporadis, parsial, sehingga banyak yang tidak memahami secara utuh ideologi Negara yang disepakati oleh pendiri bangsa itu.

“Itu lah kemudian dengan mudah beberapa ajaran ideologi baru, atau ideologi lama yang mencoba kembali untuk berhadapan dengan Pancasila,” kata Wiranto.

Untuk mengantisipasi ancaman terhadap pancasila yang semakin hebat, Wiranto mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan para ulama dan meminta bantuan ulama untuk menghidupkan kembali semangat bela negara.

“Bela negara bukan menghidupkan militerisme, bukan. Tapi spectrum yang luas agar semua masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. Jadi bela negara ini dimaksudkan bagaimana masyarakat merasa memiliki kembali negeri ini,” demikian Wiranto.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya