Berita

Emmanuel Macron/net

Dunia

Email Macron Dibajak, Lagi-lagi Rusia Jadi Tertuduh

SABTU, 06 MEI 2017 | 08:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di detik-detik akhir menjelang hari pencoblosan putaran dua, calon Presiden Perancis, Emmanuel Macron, tertimpa sial.  Jumat (5/5) waktu Perancis, Macron mengalami pembajakan email secara besar-besaran.

Lagi-lagi, seperti halnya Pilpres Amerika Serikat, pihak Rusia dituduh ada di belakangnya.

Sekumpulan dokumen dari email Macron dirilis secara online. Tim kampanye Macron mengatakan, pembajak menggabungkan file asli dengan yang palsu untuk membingungkan para calon pemilih.


"Jelas para hacker ingin merusak Macron menjelang pemilihan putaran kedua hari Minggu," kata tim kampanye Macron dalam pernyataan resmi, dikutip dari BBC.

Dokumen-dokumen itu bocor pada akhir Jumat, saat periode kampanye kepresidenan resmi berakhir. Sekitar sembilan gigabyte data diposkan secara online oleh akun anonim. Sementara, jajak pendapat sementara di Perancis saat itu masih menunjukkan bahwa Macron memimpin 20 persen mengungguli Le Pen.

Gerakan Macron En Marche mengatakan bahwa dokumen kampanye internal, termasuk email dan data keuangan, telah diambil oleh "tindakan hacking besar-besaran yang terkoordinasi".

"Berkas bocor tersebut diperoleh beberapa minggu yang lalu dengan meng-hack akun email pribadi beberapa pejabat gerakan tersebut," demikian sebuah pernyataan dari pihak Macron.

Tim kampanye Macron memang tidak menyalahkan pihak tertentu, namun mengatakan bahwa pembajakan tersebut bertujuan untuk merusak demokrasi Perancis.

Kejadian ini mengingatkan pada kebocoran email Partai Demokrat jelang pemilihan presiden AS tahun lalu. Para peretas Rusia dituduh bertanggung jawab.

Bulan lalu, pakar keamanan dari perusahaan Trend Micro mengatakan bahwa peretas Rusia menargetkan kampanye Macron. Sementara itu, Rusia sudah membantah keras tuduhan berada di balik serangan yang ditujukan kepada Macron.

Macron sebelumnya juga diserang rumor yang viral di media sosial, yang menyebut dirinya memiliki rekening di sebuah bank rahasia di kawasan Karibia.

Macron menyebut tuduhan tersebut "berita palsu dan kebohongan". Tak lupa, ia mengatakan bahwa beberapa situs yang menyebarkannya terkait dengan kepentingan Rusia.

Apapun yang terjadi, Minggu besok (7/5), Macron yang liberal akan adu perolehan suara dengan Capres perempuan dari aliran ekstrem kanan, Marine Le Pen.

Rakyat Perancis akan memiliki presiden baru. Di putaran pertama pilpres, para pemilih telah menolak dua partai politik besar, Sosialis dan Republik, yang telah memerintah selama beberapa dekade.

Besok, para pemilih akan membuat keputusan mengenai arah masa depan Perancis dan keberadaannya di Uni Eropa.

Jika mayoritas memilih Emmanuel Macron, berarti Perancis akan berintegrasi lebih dalam dengan Uni Eropa. Jika mayoritas memilih Le Pen, maka Perancis akan mengarah sebaliknya. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya