Berita

Retno Marsudi dan Rex Tillerson/Kemlu.go.id

Dunia

Retno Temui Rex Tillerson, Bahas Kemitraan Strategis Sampai Semenanjung Korea

SABTU, 06 MEI 2017 | 08:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS, Rex Tillerson, menindaklanjuti  kunjungan Wapres AS, Mike Pence, ke Jakarta bulan April lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (4/5) waktu Washington D.C. itu, dua Menlu sepakat untuk mengoptimalkan dan mesinergikan mekanisme dialog di berbagai area kerja sama. Sebagai payung kerja sama strategis, mekanisme dialog pada tingkat Menlu diharapkan dapat mengidentifikasi hambatan dan memajukan implementasi dari kerjasama strategis kedua negara.

"Kemitraan strategis Indonesia-AS akan terus memperluas dan memperdalam hubungan bilateral, yang tidak saja memberikan manfaat bagi kedua rakyat, namun juga dapat memberikan kontribusi untuk mempertahankan stabilitas, keamanan dan peningkatan kesejahteraan di kawasan dan dunia," tutur Menlu Retno, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI.


Dalam bidang ekonomi, Menlu Retno dan Menlu Tillerson membahas penguatan mekanisme kerjasama ekonomi dua negara. Diharapkan, penguatan mekanisme kerjasama tidak saja meningkatkan nilai perdagangan dan investasi kedua negara, namun juga mendorong kerjasama ekonomi yang win-win.

Dalam kaitan itu, dua Menlu sepakat untuk segera merevitalisasi mekanisme Indonesia-US Trade Investment Framework Arrangement (TIFA), yang akan memulai pertemuan pada bulan Juni mendatang.

Situasi dan perkembangan di kawasan, khususnya di Semenanjung Korea, mendapat perhatian besar dalam pertemuan dua Menlu.

Dalam hal ini, Menlu RI menekankan bahwa konflik terbuka tidak akan menguntungkan siapapun dan hanya akan menggangu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya selama ini oleh rakyat negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Menlu RI menegaskan agar semua langkah harus diambil secara terukur agar tidak menganggu keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Indonesia secara konsisten, meminta Korea Utara untuk mematuhi semua Resolusi DK PBB terkait denuklirisasi dan menekankan agar mengedepankan proses dialog dalam menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea," jelas Retno. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya