Berita

Unjuk rasa di depan kantor polisi di Pakistan/AFP

Dunia

Bocah 10 Tahun Jadi Korban Tewas Di Tengah Kekerasan Terkait Penghujatan

JUMAT, 05 MEI 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang bocah laki-laki menjadi korban tak berdosa dalam kekerasan yang terjadi di Pakistan pekan ini.

Bocah berusia 10 tahun itu tewas karena terjebak dalam kekerasan yang meletus ketika sekelompok orang yang marah menyerang sebuah kantor polisi untuk menuntut agar seorang pria dituduh menghujat diserahkan ke masyarakat untuk diadili secara massal.

Bocah tersebut tewas akibat luka tembak yang mengenainya saat ia terjebak dalam kekerasan di provinsi Balochistan Pakistan.


Insiden tersebut terjadi ketika polisi menolak untuk memenuhi permintaan penduduk setempat untuk menyerahkan Prakash Kumar, seorang anggota minoritas agama Hindu berusia 34 tahun, yang telah ditangkap pada hari Selasa karena diduga memasang gambar penghujatan pada media sosial.

Setelah satu jam demonstrasi, kelompok yang terdiri dari setidaknya 500 orang yang marah mulai menyerang kantor polisi, memukuli petugas dan pejabat pemerintah setempat. Polisi menggunakan gas air mata dan melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan orang-orang yang secara efektif mengepung kantor polisi.

"Pengepungan berlangsung selama sekitar tiga jam dan massa terus mengamuk sehingga Kumar diserahkan," kata Jam Mohammad, seorang petugas polisi.

Namun demikian tidak jelas soal keadaan bagaimana bocah 10 tahun bisa terjebak di tengah kerumunan dan terkena tembakan.

Namun lima orang warga lainnya juga luka dan setidaknya 20 lainnya ditangkap.

Ini bukan kasus kematian pertama yang berkaitan dengan dugaan penghujatan di Pakistan. Bulan lalu, ratusan orang menyerang dan membunuh seorang mahasiswa berusia 23 tahun di kota Mardan, Pakistan utara, atas tuduhan penghujatan.

Menurut data yang diberikan oleh Pusat Penelitian dan Keamanan, warga telah membunuh setidaknya 65 orang atas tuduhan penghujatan di Pakistan sejak tahun 1990. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya