Berita

Ilustrasi Suriah/Net

Dunia

Zona Aman Suriah Tertutup Untuk Pesawat Perang AS

JUMAT, 05 MEI 2017 | 15:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia mengatakan zona de-eskalasi yang disetujui untuk dibentuk di empat zona konflik di Suriah akan ditutup untuk pesawat tempur AS dan sekutu koalisinya.

Dikabarkan Press TV dengan mengutip keterangan dari utusan Rusia pada perundingan damai Suriah Alexander Lavrentyev (Jumat, 5/5), sehari setelah perundingan putaran empat antara pemerintah Damaskus dan oposisi bersenjata di ibukota Kazakhstan, Astana.

Selama perundingan, Iran, Rusia dan Turki, sebagai mediator dan penjamin rezim gencatan senjata di Suriah, menengahi sebuah memorandum mengenai pembentukan empat zona de-eskalasi di wilayah di mana pertempuran paling hebat terjadi antara pasukan pemerintah Suriah dan militan yang berbeda.


Iran dan Rusia adalah sekutu pemerintah Suriah, sementara Turki mendukung faksi militan yang berbeda. Trio tersebut bertugas mengawasi pelaksanaan rezim gencatan senjata, yang disepakati Desember lalu dan membantu meluncurkan proses perdamaian Astana sebulan kemudian.

Memorandum tersebut diadopsi berdasarkan sebuah proposal Rusia untuk memilih empat titik panas di daerah-daerah yang dilanda kekerasan di Suriah, termasuk provinsi-provinsi Idlib dan Homs serta wilayah Ghouta timur dekat Damaskus.

Berdasarkan rencana tersebut, Damaskus dan kelompok militan, yang merupakan bagian dari gencatan senjata di Suriah, akan menghentikan semua bentrokan dan penggunaan berbagai jenis senjata di zona keamanan. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi kemajuan proses diplomatik serta pengiriman bantuan ke warga sipil di daerah yang bermasalah.

Avrentyev mengatakan bahwa di bawah rencana Rusia dapat mengirim pengamat ke zona aman. Dia mengatakan pemantau pihak ketiga dapat diundang asalkan Iran dan Turki menyetujuinya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya