Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kunjungan ke luar negeri perdananya pekan ini.
Trump dijadwalkan akan berkunjung ke tiga negara, yakni Arab Saudi, Israel dan Vatikan.
"Perjalanan luar biasa pertama saya sebagai presiden Amerika Serikat adalah ke Arab Saudi, lalu Israel, dan kemudian ke tempat yang sangat disukai kardinal saya, Roma," kata Trump dalam sebuah pengumuman Rose Garden seperti dimuat Channel News Asia.
Dipilihnya Arab Saudi sebagai tujuan pertamanya adalah dilakukan dengan tujuan untuk mengatur ulang hubungan dengan dunia Muslim. Di sana, Trump akan bertemu dengan para pemimpin dari seberang di Teluk dan Timur Tengah yang lebih luas dengan harapan dapat membatasi kelompok teror militan dan pengaruh regional yang tumbuh di Iran.
"Arab Saudi adalah penjaga dua situs tersuci dalam Islam," kata Trump.
Ia menjelaskan bawa di Arab Saudi ia akan mulai membangun fondasi baru kerjasama dan dukungan dengan sekutu Muslim kami untuk memerangi ekstremisme, terorisme dan kekerasan dan untuk merangkul masa depan yang lebih adil dan penuh harapan bagi kaum muda Muslim di negara mereka.
Meski kerajaan tersebut merupakan sekutu lama AS, Trump akan menjadi presiden pertama sejak Jimmy Carter yang tidak mengunjungi Kanada atau Meksiko terlebih dahulu di awal pemerintahan.
Lori Plotkin Boghardt, mantan analis intelijen AS yang juga berada di Institut Washington, mengatakan bahwa keputusan Trump akan mengirim sinyal penting kepada pemerintah Saudi bahwa pemerintahan ini ingin memprioritaskan mereka sebagai mitra kunci dalam isu-isu regional dan sekitarnya.
[mel]