Berita

Ilustrasi/CNN

Dunia

Penggunaan Gadget Pada Bayi Picu Keterlambatan Bicara

KAMIS, 04 MEI 2017 | 18:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bayi dan balita yang banyak menghabiskan wakltu di depan layar perangkat elektronik atau gadget memiliki potensi penundaan bicara yang tinggi.

Begitu hasil studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Kanada.

Studi tersebut menemukan bahwa semakin banyak anak-anak berusia antara enam bulan dan dua tahun yang menggunakan layar genggam seperti smartphone, tablet dan game elektronik, semakin besar kemungkinan mereka mengalami penundaan bicara.


"Saya percaya ini adalah studi pertama yang memeriksa perangkat mobile media dan penundaan komunikasi pada anak-anak," kata Dr. Catherine Birken, peneliti senior studi tersebut dan seorang dokter anak dan ilmuwan di Rumah Sakit untuk Anak Sakit di Toronto.

"Ini pertama kalinya kami menyoroti masalah potensial ini, tapi menurut saya hasilnya perlu diimbangi, (karena) ini benar-benar tampilan pertama," sambungnya.

Dalam penelitian, yang melibatkan hampir 900 anak-anak, orang tua melaporkan jumlah waktu yang digunakan anak-anak mereka untuk menggunakan layar dalam hitungan menit per hari pada usia 18 bulan.

Peneliti kemudian menggunakan daftar periksa balita-bayi, alat skrining yang divalidasi, untuk menilai perkembangan bahasa anak-anak juga pada usia 18 bulan.

Mereka melihat berbagai hal, termasuk apakah anak tersebut menggunakan suara atau kata-kata untuk mendapatkan perhatian atau bantuan dan kata-kata, dan berapa banyak kata yang digunakan anak tersebut.

Studi itu menemukan bahwa dua puluh persen anak-anak menghabiskan rata-rata 28 menit sehari di depan layar. Setiap peningkatan 30 menit dalam waktu layar harian terkait dengan peningkatan risiko 49 persen dari penundaan bicara ekspresif, yang menggunakan suara dan kata-kata.

Studi ini tidak menemukan hubungan antara penggunaan perangkat genggam dan bidang komunikasi lainnya, seperti gerak tubuh, bahasa tubuh dan interaksi sosial.

Birken, yang juga seorang profesor pediatri di University of Toronto, menekankan bahwa walau studinya menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan perangkat genggam dan penundaan komunikasi pada anak kecil, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah isi konten yang dilihat anak-anak dan apakah mereka menggunakan perangkat dengan orang tua dan atau pengasuh. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya