Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Jadi Eksportir Terbesar Iran Sejak Pencabutan Sanksi

KAMIS, 04 MEI 2017 | 17:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Impor Iran dari China mengalami peningkatan yang signifikan sejak empat tahun terakhir.

Angka yang dilaporkan oleh kantor berita negara Iran IRNA menunjukkan bahwa impor dari China sejak 2013, tepatnya ketika Presiden Hassan Rouhani terpilih, telah mencapai $ 43,7 miliar.

Angka itu melonjak pesat bila dibandingkan dengan impor dari tahun 2009 sampai 2013, ketika mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad masih memimpin, yakni $ 26,2 miliar.


Lonjakan tersebut merupakan imbas dari penghapusan sanksi terhadap negara tersebut dan kembalinya jalur pelayaran global ke pelabuhannya.

Mohammad Saeidnejad, direktur pelaksana Organisasi Pelabuhan dan Laut Iran (PMO) menjelaskan bahwa hampir semua ekspor ke Iran dilakukan melalui mekanisme yang dikenal sebagai "kapal trans" selama bertahun-tahun saat Iran dikenai sanksi.

Mekanisme tersebut mempertimbangkan pengiriman kargo di pelabuhan sekunder di negara-negara tetangga, terutama Uni Emirat Arab, sebelum pengiriman terakhir dilakukan melalui kapal kecil ke pelabuhan selatan Iran.

"Sekarang setelah sanksi tersebut dicabut, sebagian besar barang yang impor Iran dikirim langsung oleh 18 pengirim barang global yang sekarang bebas untuk menelepon ke pelabuhan Iran," tambahnya.

Mekanisme yang baru ini, sebutnya, telah membuat tujuan impor utama China adalah Iran, bukan lagi Uni Emirat Arab.

Laporan IRNA selanjutnya menulis bahwa kombinasi barang yang diimpor dari China termasuk mesin, perangkat elektronik, baja, besi, pakaian, bahan kimia, peralatan rumah tangga dan barang plastik.

Di bagian depan yang terpisah, laporan tersebut menambahkan bahwa ekspor non-minyak Iran ke China, senilai total 32,4 miliar dolar juga meningkat dalam empat tahun terakhir. Ekspor selama masa jabatan kedua presiden Ahmadinejad (2009-2013) mencapai $ 18,7 miliar.

Barang-barang non-minyak utama yang diekspor selama Rouhani termasuk bijih besi, krom, konsentrat bijih besi, belerang dan berbagai jenis batu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya