Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ada kesempatan yang sangat bagus dari kesepakatan damai Timur Tengah.
Pernyataan itu ia sampaikan saat melakukan pembicaraan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Gedung Putih (Rabu, 3/5).
Dalam kesempatan itu, Abbas menjelaskan kepada Trump bahwa dirinya menginginkan perdamaian tercipta berdasarkan rencana lama untuk solusi dua negara di sepanjang pebatasan sebelum tahun 1967.
"Sekarang, Tuan Presiden, dengan Anda kami memiliki harapan," kata Abbas.
Namun demikian, Trump telah bersikap ambigu soal solusi dua negara bagi Israel dan Palestina.
Februari lalu Trump pernah mengatakan bahwa dirinya melihat "dua negara dan satu negara". Namun dalam pertemuan dengan Abaas kemarin, Trump mengatakan bahwa tidak akan ada perdamaian yang abadi kecuali kedua negara menemukan cara untuk menghentikan hasutan kekerasan.
Konsep solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina sendiri adalah tujuan yang diumumkan oleh pemimpin mereka dan masyarakat internasional.
Ini adalah singkatan dari penyelesaian akhir yang akan melihat pembentukan negara merdeka Palestina dalam garis gencatan senjata pra-1967 di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur, yang hidup damai bersama Israel.
PBB, Liga Arab, Uni Eropa, Rusia dan, sampai sekarang, AS secara rutin menyatakan kembali komitmennya terhadap konsep tersebut. Namun demikian belum ada realisasi lebih nyata atas hal itu.
[mel]