Berita

Arief Musta'in, Khoirul Anwar dan Yan Riyanto/Telkomsel

Bisnis

Telkom Dukung Pemanfaatan dan Komersialisasi Hasil Riset Di Indonesia

KAMIS, 04 MEI 2017 | 12:29 WIB | LAPORAN:

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Researcher & Expert Meet Up sebagai wadah bagi para researcher dan expert melakukan diskusi dan kolaborasi suatu obyek penelitian.

Kegiatan yang didakan di Bandung, Selasa (2/5) itu dimaksudkan sebagai dukungan nyata Telkom sebagai perusahaan yang aktif mendorong pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset.

Kegiatan Researcher & Expert Meet Up yang diikuti oleh akademisi, praktisi, pemerintah dan lembaga riset (komunitas) ini dibuka oleh Executive General Manager (EGM) Divisi Digital Service (DDS) Telkom Arief Musta'in serta menghadirkan pembicara antara lain Director of AdWiTech Telkom University, Khoirul Anwar dan Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI, Yan Riyanto.


Dalam sambutannya, Arief mengatakan bahwa kegiatan ini inisiatif Telkom sebagai perusahaan yang tengah fokus bertransformasi sebagai perusahaan telekomunikasi digital serta mendukung ekosistem riset yang terdiri dari Academic, Business, Government & Community/Practical (ABGC).

"Dalam mewujudkan obyektif  kegiatan ini, perusahaan mengacu kepada Telkom Positioning yang terdiri dari lima pilar peranan," kata Arief.

Lima pilar Telkom Positioning tersebut adalah perusahaan yang dapat membuat peluang bisnis bersama, mempermudah mendapatkan dana riset dari lembaga lain, channel bagi hasil riset yang dapat dikomersialisasikan, penyedia proyek untuk melakukan riset, dan tempat untuk melakukan riset.

Khoirul dalam paparannya menjelaskan topik "Menghidupkan Bersama Riset Berkualitas di Indonesia", dengan mengusung motivasi sebagai ciri-ciri riset berkualitas.

Sementara itu, pembicara selanjutnya, Dr. Yan Rianto, M.Eng membawakan topik mengenai “Tren Riset & Urgensi Pembentukan Komunitas Riset” yang mengacu pada model inovasi dan model ekonomi baru dalam dunia digital sebagai landasan teori serta paparan beberapa komunitas riset di Indonesia beserta peraturan yang terkait.

Kegiatan ini merupakan wadah untuk mengumpulkan pelaku riset di Indonesia khususnya sebagai upaya untuk melakukan kolaborasi dalam mendukung komersialisasi hasil riset yang dinilai masih minim.

"Ke depannya, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal dalam memacu perkembangan riset yang berkualitas untuk mendukung tren riset serta pembentukan komunitasnya di Indonesia. Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan jumlah riset berkualitas yang ingin dicapai, maka kegiatan seperti Researcher & Expert Meet Up ini sangat penting untuk dilaksanakan sebagai kegiatan rutin dalam tahap selanjutnya," tutup Arief.[wid]


 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya